Darwin Núñez Bimbang Tinggalkan Al Hilal: Ambisi Eropa dan Trofi Perdana di Saudi

Back to Bali – 10 Mei 2026 | Striker asal Uruguay, Darwin Núñez, kembali menjadi sorotan setelah serangkaian pernyataan dan peristiwa yang menandai akhir musimnya..

2 minutes

Read Time

Darwin Núñez Bimbang Tinggalkan Al Hilal: Ambisi Eropa dan Trofi Perdana di Saudi

Back to Bali – 10 Mei 2026 | Striker asal Uruguay, Darwin Núñez, kembali menjadi sorotan setelah serangkaian pernyataan dan peristiwa yang menandai akhir musimnya bersama Al Hilal. Pemain berusia 26 tahun ini, yang sebelumnya menorehkan prestasi di Benfica dan Liverpool, kini berada di persimpangan jalan antara menuntaskan kontrak menguntungkan di Arab Saudi atau kembali menapaki jalur kompetisi Eropa.

Tekanan di Al Hilal dan Keinginan Kembali ke Eropa

Sejak pertengahan Februari, Núñez tidak lagi menampilkan diri di lapangan untuk Al Hilal. Menurut laporan internal klub, ia telah menandatangani kesepakatan tidak resmi untuk memudahkan kepindahannya pada akhir musim. Keputusan tersebut dipicu oleh kedatangan Karim Benzema, yang mengakibatkan Núñez tidak terdaftar pada daftar pemain liga Saudi untuk paruh kedua kompetisi.

Selain faktor kebijakan klub, Núñez juga mengalami masalah kebugaran pada awal musim, yang membuatnya semakin terpinggirkan. Pada saat yang sama, ia menegaskan bahwa pada tahap krusial kariernya, ia membutuhkan tantangan di level tertinggi untuk mempertahankan nilai dan eksposurnya di panggung internasional.

Statistik dan Kondisi Finansial

  • Penampilan: 24 pertandingan (16 liga Saudi, 6 Liga Champions Asia, 2 Piala Saudi)
  • Menit bermain: 1.667 menit
  • Gol: 9
  • Assist: 5
  • Gaji: sekitar €462.000 per minggu, lebih dari dua kali gaji di Liverpool

Meski memperoleh penghasilan yang sangat besar, Núñez bersedia mengorbankan jutaan euro untuk meninggalkan apa yang ia sebut sebagai “mimpi buruk sportif” di Timur Tengah. Ia menilai bahwa kepuasan karier tidak dapat diukur hanya dari finansial, melainkan dari peluang bersaing di liga-liga top Eropa.

Trofi Perdana di Saudi: Piala Raja

Pada Jumat pekan lalu, Al Hilal mengukir kemenangan 2-1 atas Al Kholood dan menyandang gelar Piala Raja Arab Saudi. Meskipun Núñez tidak terdaftar dalam daftar pemain untuk pertandingan final karena prioritas Benzema, ia tetap tercatat sebagai bagian dari skuad juara. Itu menjadi trofi keenam dalam kariernya, menambah koleksi gelar yang meliputi dua kejuaraan liga Uruguay (2017, 2018), Community Shield bersama Liverpool (2022), FA Cup (2024), dan Premier League (2025).

Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, secara pribadi menyerahkan replika trofi kepada setiap pemain, termasuk Núñez, menegaskan penghargaan atas kontribusi mereka selama kompetisi.

Spekulasi Transfer dan Klub yang Tertarik

Berbagai klub Eropa, termasuk Chelsea, telah mengemukakan minat mereka untuk mendatangkan Núñez. Laporan internal mengindikasikan bahwa Premier League dan beberapa klub besar di Spanyol serta Italia sedang memantau situasi secara intensif. Namun, nilai transfer yang tinggi dan sisa kontrak yang masih mengikat menjadi tantangan tersendiri.

Jika Núñez memutuskan untuk meninggalkan Al Hilal, ia kemungkinan akan mengorbankan sebagian besar gaji yang ia peroleh di Riyadh, namun akan memperoleh kesempatan bermain di kompetisi yang lebih kompetitif dan menambah eksposur internasionalnya.

Keputusan akhir Núñez masih menunggu konfirmasi resmi, namun satu hal yang pasti: tekadnya untuk kembali ke panggung Eropa tetap kuat, sementara prestasi pertamanya di Saudi menambah lembaran cerita kariernya yang sudah penuh warna.

Dengan kombinasi ambisi pribadi, tekanan klub, dan tawaran dari raksasa sepak bola Eropa, musim ini akan menjadi titik balik penting bagi masa depan Darwin Núñez.

About the Author

Zillah Willabella Avatar