Back to Bali – 01 Juni 2026 | Penataan kawasan Titik Nol Kota Singaraja terus menjadi perhatian publik. Selain diproyeksikan sebagai ikon baru kawasan heritage di Bali Utara, proyek strategis tersebut juga diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan perkotaan mulai dari pengendalian banjir, penataan kawasan bersejarah, hingga penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Proyek ini anggarannya kita inovasikan tanpa memberatkan APBD Kabupaten Buleleng. Pendanaannya berasal dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Badung dan Pemerintah Provinsi Bali.
Penataan kawasan Titik Nol tidak hanya berfokus pada aspek estetika kota. Salah satu tujuan utama proyek tersebut adalah meningkatkan kapasitas sistem drainase untuk mengurangi risiko banjir yang selama ini kerap terjadi di sejumlah titik perkotaan Singaraja.
Kawasan Titik Nol akan menjadi bagian dari jalur city tour yang menghubungkan sejumlah destinasi sejarah dan budaya di Singaraja. Jalur tersebut akan terkoneksi dengan berbagai lokasi penting seperti Puri Agung Singaraja, Taman Bung Karno, sentra kerajinan perak dan songket Beratan, kawasan heritage SMAN 1 Singaraja, hingga kawasan Pabean dan Labuan Buleleng.
Kami ingin kawasan ini benar-benar hidup dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Karena itu fasilitas pendukung seperti Wi-Fi, toilet, keamanan, serta kantong parkir juga telah menjadi bagian dari perencanaan.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap penataan Titik Nol tidak hanya menjadi proyek fisik semata, tetapi mampu menjadi simbol kebangkitan kawasan kota lama Singaraja yang modern, tertata, dan tetap menjaga nilai-nilai sejarah.













