Back to Bali – 03 Juni 2026 | Universitas Brawijaya (UB) telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Positive Technologies, perusahaan keamanan siber terkemuka asal Rusia, dalam rangkaian Forum Ekonomi Internasional Russia–Islamic World: KazanForum 2026. Penandatanganan MoU di forum internasional ini juga dilakukan oleh Universitas Padjajaran (UNPAD), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Politeknik Manufaktur Bandung (Polman), Institut Teknologi dan Sains Mandala (ITSM), dan Universitas Darul Ma’arif (UDM) ini menjadi tonggak penting dalam peta jalan UB untuk membangun ekosistem pendidikan cybersecurity bertaraf internasional di Indonesia.
Melalui kemitraan dengan Positive Technologies, Universitas Brawijaya mengambil langkah nyata untuk mengisi kesenjangan tenaga ahli tersebut. Universitas Brawijaya kini bergabung dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan berbagau institusi pendidikan Indonesia lainnya yang telah menandatangani MoU dengan Positive Technologies dalam jejaring kolaborasi akademik industri di tahun 2025.
“Universitas Brawijaya memandang kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat jejaring pendidikan dan riset internasional, khususnya di bidang cybersecurity. Peluang seperti mobilitas mahasiswa, pertukaran dosen, kolaborasi riset, hingga pengembangan program double degree menjadi hal yang sangat relevan untuk dieksplorasi lebih jauh. Ke depan, kami berharap pembahasan ini dapat menghasilkan program yang konkret, berkelanjutan, dan memberi manfaat luas bagi dunia akademik maupun pengembangan sumber daya manusia digital di Indonesia.”— Prof. Dr. Unti Ludigdo, S.E., M.Si., Ak. — Wakil Rektor Universitas Brawijaya
Indonesia tengah berpacu mengisi kebutuhan talenta keamanan siber yang diperkirakan mencapai jutaan posisi secara global dalam beberapa tahun ke depan. Di tengah akselerasi transformasi digital nasional, kehadiran tenaga ahli yang terlatih secara teknis dan berpengalaman secara global bukan lagi pilihan ini adalah keharusan strategis.
Kerja sama ini bukan sekadar penandatanganan di atas kertas. Cakupan kolaborasi dirancang komprehensif untuk menyentuh seluruh rantai nilai pendidikan cybersecurity:
- Pelatihan intensif bagi dosen dan tenaga kependidikan dalam keamanan siber terkini
- Pembangunan laboratorium praktik cybersecurity berstandar industri di kampus
- Pengembangan kurikulum keamanan defensif dan secure software development
- Akses platform pembelajaran digital berteknologi terkini untuk mahasiswa dan dosen
- Penjajakan program double degree dan pertukaran akademik internasional
“Pengembangan tenaga kerja dengan keterampilan tinggi merupakan pondasi utama ketahanan siber yang kokoh. Melalui kemitraan dengan universitas-universitas Indonesia, kami berkomitmen untuk berbagi keahlian global dan bersama-sama membangun komunitas profesional keamanan siber yang kuat di kawasan Asia Tenggara.”— Elena Grishaeva — Direktur Regional Asia Tenggara, Positive Technologies













