Kinerja Industri Jasa Keuangan di Bali Tetap Stabil

Back to Bali – 05 Juni 2026 | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bali menyatakan bahwa kinerja Industri Jasa Keuangan (IJK) di Provinsi Bali tetap stabil hingga akhir Maret 2026. Kinerja IJK tersebut turut menjadi penopang ketahanan perekonomian Provinsi Bali yang berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,58 persen. Kinerja intermediasi perbankan di Provinsi Bali posisi Maret…

Kinerja Industri Jasa Keuangan di Bali Tetap Stabil

Back to Bali – 05 Juni 2026 | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bali menyatakan bahwa kinerja Industri Jasa Keuangan (IJK) di Provinsi Bali tetap stabil hingga akhir Maret 2026. Kinerja IJK tersebut turut menjadi penopang ketahanan perekonomian Provinsi Bali yang berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,58 persen.

Kinerja intermediasi perbankan di Provinsi Bali posisi Maret 2026 tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga dan likuiditas yang memadai. Penyaluran kredit berdasarkan lokasi bank tumbuh 6,45 persen yoy menjadi Rp120,66 triliun.

Sementara itu, penyaluran kredit berdasarkan lokasi proyek tumbuh 8,19 persen yoy menjadi Rp146,47 triliun. Berdasarkan jenis penggunaannya, pertumbuhan kredit yoy masih didorong oleh peningkatan kredit investasi yang tumbuh Rp6,08 triliun atau 16,92 persen yoy.

Berdasarkan kategorinya, peningkatan DPK ditopang oleh kenaikan nominal tabungan Rp7,64 triliun. Fungsi intermediasi perbankan yang tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) posisi Maret 2026 tercatat 58,51 persen.

Kualitas kredit perbankan di Provinsi Bali tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross 2,56 persen lebih rendah dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya.

About the Author

Marshauwn Marshauwn Agatho Avatar