OJK Bali Catat Kredit Tembus Rp120,66 Triliun, Industri Jasa Keuangan Tetap Solid di Awal 2026

Back to Bali – 05 Juni 2026 | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali menyatakan kinerja Industri Jasa Keuangan (IJK) di Bali hingga posisi Maret 2026 tetap berada dalam kondisi solid dan mampu menopang ketahanan ekonomi daerah di tengah dinamika perekonomian global maupun domestik. Stabilitas sektor jasa keuangan tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Bali yang…

OJK Bali Catat Kredit Tembus Rp120,66 Triliun, Industri Jasa Keuangan Tetap Solid di Awal 2026

Back to Bali – 05 Juni 2026 |

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali menyatakan kinerja Industri Jasa Keuangan (IJK) di Bali hingga posisi Maret 2026 tetap berada dalam kondisi solid dan mampu menopang ketahanan ekonomi daerah di tengah dinamika perekonomian global maupun domestik. Stabilitas sektor jasa keuangan tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Bali yang mencapai 5,58 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada triwulan pertama 2026. OJK menilai capaian tersebut mencerminkan sinergi yang kuat antara sektor keuangan dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Kinerja intermediasi perbankan di Bali juga menunjukkan tren positif. Penyaluran kredit berdasarkan lokasi bank tumbuh 6,45 persen yoy menjadi Rp120,66 triliun, sedangkan kredit berdasarkan lokasi proyek meningkat 8,19 persen yoy menjadi Rp146,47 triliun. Pertumbuhan kredit terutama didorong oleh kredit investasi yang naik 16,92 persen yoy atau bertambah Rp6,08 triliun.

Lebih dari separuh kredit yang disalurkan perbankan di Bali mengalir ke sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Tercatat 51,25 persen total kredit disalurkan kepada UMKM dengan pertumbuhan 4,53 persen yoy. Segmen usaha mikro menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 41,73 persen dan pertumbuhan mencapai 9,75 persen.

Dari sisi sektor ekonomi, kredit masih didominasi sektor bukan lapangan usaha sebesar 33,33 persen dan perdagangan besar serta eceran sebesar 27,15 persen. Namun, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan nominal tertinggi dengan tambahan kredit Rp2,07 triliun atau naik 15,35 persen yoy, mencerminkan terus menguatnya sektor pariwisata Bali.

Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tetap tumbuh positif sebesar 7 persen yoy menjadi Rp206,21 triliun. Sementara itu, kualitas kredit semakin membaik dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross turun menjadi 2,56 persen dari sebelumnya 3,10 persen. NPL net juga menurun menjadi 1,77 persen.

About the Author

Marshauwn Marshauwn Agatho Avatar