Back to Bali – 10 Juni 2026 |
Serangkaian hari lingkungan hidup sedunia, Gubernur Bali Wayan Koster bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memimpin korve bersih sampah di kawasan Pantai Samuh, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan. Mereka menelusuri kawasan pantai sambil memunguti sampah plastik. Aksi korve ini dilaksanakan dengan penuh semangat oleh para peserta hingga kawasan pantai kembali bersih.
Kegiatan korve didahului dengan apel yang diisi penyampaian arahan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. Menteri Jumhur Hidayat dalam arahan tertulisnya menyampaikan bahwa dunia saat ini sedang menghadapi triple planetary crisis, yaitu perubahan iklim, degradasi keanekaragaman hayati, dan pencemaran. Ketiga krisis ini saling berkaitan dan mengancam stabilitas ekologi, ekonomi, dan sosial global.
Menteri Jumhur mengingatkan bahwa sebagai negara kepulauan terbesar, Indonesia sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim. Lebih dari 60% penduduknya tinggal di wilayah pesisir dan berisiko terdampak kenaikan air laut, cuaca ekstrem, dan gangguan ketahanan pangan. Indonesia menghasilkan 51 juta ton sampah setiap tahun, 74% diantaranya belum terkelola secara optimal.
Menteri Jumhur mengajak masyarakat Indonesia bersama-sama melakukan pertobatan ekologis. Ia mengajak masyarakat mengurangi penggunaan plastik dan sampah sekali pakai, serta mendorong setiap rumah tangga dan kawasan publik untuk memilah sampah mulai dari sumbernya.













