Back to Bali – 13 Juni 2026 | DENPASAR – PLN UID Bali menggelar Koordinasi dan Forum Group Discussion (FGD) terkait Keselamatan Kelistrikan. Acara ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Manager K3L dan Keamanan PLN UID Bali I Made Ariana, SH, MH dan Petajuh I Majelis Desa Adat (MDA) Bali Ida Bagus Purwa Sidemen, S.Ag, M.Si.
Acara yang dibuka Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Bali Imbar Susanto ini diikuti puluhan wartawan dari berbagai media. Imbar Susanto berharap, kegiatan ini bisa membuka wawasan masyarakat khususnya pelanggan PLN terkait dengan keselamatan kelistrikan untuk menghindari risiko dan kerugian baik benda maupun nyawa.
Manager K3L dan Keamanan PLN UID Bali I Made Ariana mengungkapkan, keselamatan ketenagalistrikan merupakan segala upaya atau langkah-langkah pengamanan instalasi penyediaan tenaga listrik dan pengamanan pemanfaatan tenaga listrik untuk mewujudkan kondisi andal dan aman bagi instalasi dan kondisi ramah lingkungan di sekitar instalasi listrik.
I Made Ariana juga memaparkan jarak aman jaringan listrik tegangan 20.000 volt ampere, yaitu di atas 6 meter dari permukaan jalan raya, di atas 2,5 meter dari balkon rumah, di atas 2 meter dari atap rumah, di atas 2,5 meter dari dinding bangunan, di atas 2,5 meter dari antena TV, radio, menara, dan di atas 2 meter dari lintasan kereta api.
Petajuh MDA Bali Ida Bagus Purwa Sidemen menyatakan perlu ada penyesuaian dalam pemasangan penjor di lawang atau pintu masuk keluar pura saat piodalan atau aci namun terkendala jaringan listrik di atasnya. Ia menekankan bahwa penjor harus terpasang, sementara jaringan listrik tetap harus terpasang karena memang kebutuhan masyarakat.













