Ditemukan Alat Pelacak di Mobil Mewah, Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Tuai Sorotan: Intimidasi atau Pamer Harta?

Back to Bali – 14 Juni 2026 | YOGYAKARTA – Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) periode 2025, Tiyo Ardianto, mendadak menjadi perbincangan hangat di jagat maya setelah mengunggah video penemuan sebuah perangkat yang diduga alat pelacak di bawah mobil pribadinya di Yogyakarta. Kejadian ini terjadi pada Minggu (14/6/2026), usai Tiyo…

3 minutes

Read Time

Ditemukan Alat Pelacak di Mobil Mewah, Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Tuai Sorotan: Intimidasi atau Pamer Harta?

Back to Bali – 14 Juni 2026 | YOGYAKARTA – Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) periode 2025, Tiyo Ardianto, mendadak menjadi perbincangan hangat di jagat maya setelah mengunggah video penemuan sebuah perangkat yang diduga alat pelacak di bawah mobil pribadinya di Yogyakarta. Kejadian ini terjadi pada Minggu (14/6/2026), usai Tiyo mengikuti aksi pergerakan massa di kawasan Gejayan, Sleman.

Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Tiyo menunjukkan sebuah benda kecil berwarna hitam yang ia klaim sebagai alat pelacak misterius bernama PBX Finder. Perangkat tersebut ditemukan menempel di bagian bawah kendaraan yang digunakannya. Tiyo mengaku mengetahui adanya alat pelacak tersebut setelah ponsel pintarnya memberikan peringatan otomatis bahwa ada perangkat asing yang bergerak mengikuti posisinya.

Tiyo menduga kuat bahwa pemasangan alat pelacak ini merupakan bentuk intimidasi dan teror terkait rekam jejaknya yang vokal dalam menyuarakan kritik terhadap pemerintah. “Kita yang mengkritik untuk perbaikan bangsa dengan ketulusan cinta, justru dibalas dengan ancaman dan mara bahaya,” ujarnya dalam video, sembari menunjukkan alat yang ditemukannya.

Dia menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dalam kehidupan demokrasi dan menyebutnya sebagai bentuk “rezim yang menjijikkan”. Meski mengaku mendapat tekanan, Tiyo berjanji tidak akan menghentikan sikap kritisnya.

Namun, respons publik di media sosial justru terbelah dan tidak sepenuhnya bersimpati pada isu yang diangkat Tiyo. Alih-alih fokus pada dugaan intimidasi, perhatian warganet justru teralihkan pada jenis kendaraan yang digunakan Tiyo, yaitu sebuah Toyota Fortuner mewah.

Berbagai komentar bernada skeptis dan mempertanyakan latar belakang ekonomi Tiyo bermunculan. Sejumlah warganet mempertanyakan sumber dana Tiyo yang mampu membeli mobil mewah tersebut, mengingat statusnya sebagai seorang mahasiswa. Komentar seperti “Tiyo Ardianto mobilnya Toyota Fortuner : Uang darimana? Cuma nanya,” dan “Beasiswa KIP, mobil fortuner,” ramai menghiasi kolom komentar unggahan berita terkait.

Mengenal PBX Finder, Alat Pelacak yang Ditemukan

Perangkat yang ditemukan Tiyo Ardianto adalah PBX Finder, sebuah alat pelacak berjenis GPS tracker yang dirancang mungil agar sulit ditemukan. Menurut Ketua Umum Rental Mobil Indonesia (KOREMBI), Mohamad Baihaki, alat seperti ini sering digunakan oleh jasa rental mobil untuk memantau lokasi kendaraan secara real-time, mencegah pencurian, atau memastikan kepatuhan penyewa terhadap batas wilayah yang disepakati.

Meskipun ukurannya kecil, PBX Finder dapat terdeteksi oleh sinyal Bluetooth pada ponsel pintar, baik iPhone maupun Android. Deteksi ini biasanya memicu notifikasi otomatis kepada pemilik ponsel jika ada perangkat pelacak yang bergerak bersama mereka dalam jarak tertentu. Namun, Baihaki menambahkan bahwa meskipun terdeteksi, ukurannya yang kecil membuat pencarian lokasi pastinya tetap membutuhkan usaha.

Penemuan alat pelacak pada kendaraan pribadi ini menimbulkan berbagai pertanyaan mengenai keamanan pribadi dan potensi penyalahgunaan teknologi untuk tujuan intimidasi. Pihak berwajib maupun otoritas keamanan setempat hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini.

Kasus ini menyoroti dua isu yang saling terkait: dugaan intimidasi terhadap aktivis yang vokal dan perdebatan mengenai kepemilikan aset mewah oleh kalangan mahasiswa. Sementara Tiyo Ardianto merasa menjadi korban teror, sebagian publik justru lebih tertarik mengupas asal-usul mobil Fortuner yang ia gunakan, mengaburkan fokus dari isu utama yang ingin disampaikan.

About the Author

Kanya Virtudes Virtudes Avatar