Back to Bali – 15 Juni 2026 | Menjelang perayaan Hari Suci Galungan dan Kuningan, umat Hindu di Bali mulai mempersiapkan berbagai sarana upakara sebagai bagian dari tradisi penyambutan kemenangan Dharma melawan Adharma. Hari Raya Galungan dan Kuningan diperingati setiap 210 hari ini menjadi momentum penting bagi umat Hindu untuk meningkatkan rasa bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Di Kota Denpasar, Pemerintah Kota turut menggelar sejumlah kegiatan pendukung menjelang hari suci tersebut, seperti pasar murah, bazar pangan, serta pemantauan harga bahan pokok guna menjaga stabilitas kebutuhan masyarakat. Sementara itu, masyarakat juga mulai melakukan persiapan upakara di lingkungan masing-masing.
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Wali Kota I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan bahwa momentum Galungan dan Kuningan hendaknya dimaknai sebagai penguatan sradha bhakti serta refleksi diri dalam menjalankan kehidupan yang seimbang antara nilai spiritual dan material.
Jaya Negara juga mengajak masyarakat untuk melakukan mulat sarira atau introspeksi diri sebagai bagian dari penguatan nilai kehidupan, baik dalam konteks dharmaning agama maupun dharmaning negara. Ia menekankan pentingnya menjaga sikap dalam kehidupan sehari-hari dengan berpikir, berkata, dan berbuat yang baik sebagai wujud nyata dari ajaran Dharma.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menegaskan bahwa perayaan Galungan dan Kuningan dapat menjadi titik tolak untuk memperkuat arah pembangunan masyarakat yang lebih sejahtera dan berkualitas. Ia juga sependapat bahwa pelaksanaan upakara hendaknya tetap mengedepankan nilai, makna, dan filosofi agama Hindu, meski dilakukan secara sederhana.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar turut menyampaikan ucapan Selamat Hari Suci Galungan dan Kuningan kepada seluruh umat se-dharma, khususnya masyarakat Kota Denpasar.













