Back to Bali – 19 Juni 2026 |
Transformasi digital membuat bisnis bergerak semakin cepat. Sayangnya, pendekatan keamanan yang digunakan banyak organisasi masih berjalan dengan ritme yang sama seperti satu dekade lalu. Penetration test tahunan telah menjadi praktik yang umum dilakukan perusahaan. Organisasi menjadwalkan assessment, menerima laporan, melakukan perbaikan, lalu mengulang proses yang sama pada tahun berikutnya. Pada masanya, pendekatan ini cukup memadai karena lingkungan teknologi belum berubah secepat sekarang. Namun situasinya berbeda saat ini. Cloud semakin banyak digunakan. API menjadi fondasi berbagai layanan digital. Tim pengembang merilis fitur baru secara berkala, sementara integrasi dengan pihak ketiga semakin kompleks. Dalam kondisi seperti ini, permukaan serangan sebuah organisasi juga berubah secara terus-menerus. Sebuah sistem yang dinyatakan aman enam bulan lalu bisa saja memiliki profil risiko yang sangat berbeda hari ini. Hal tersebut memunculkan pertanyaan yang mulai banyak diajukan para pemimpin keamanan informasi: Apakah melakukan penetration test setahun sekali masih cukup? Menurut Patrick Dannacher, President Director ITSEC Asia, keamanan siber pada dasarnya bukanlah sesuatu yang bersifat statis. Penetration test tradisional tetap memiliki peran yang sangat penting. Namun, lingkungan digital saat ini berubah jauh lebih cepat dibandingkan frekuensi assessment yang dilakukan sebagian besar organisasi. Karena itu, organisasi membutuhkan visibilitas yang lebih berkelanjutan terhadap risiko yang terus berkembang. Pada dasarnya, penetration test memberikan gambaran kondisi keamanan pada suatu titik waktu tertentu. Hasil tersebut tetap memiliki nilai yang sangat penting, tetapi tidak selalu merepresentasikan kondisi lingkungan yang sama beberapa bulan kemudian. Aplikasi mengalami pembaruan. Infrastruktur berubah. Layanan baru ditambahkan. Integrasi baru dilakukan. Setiap perubahan tersebut berpotensi menghadirkan risiko yang sebelumnya tidak ada. Konsep continuous security validation mulai mendapatkan perhatian lebih besar. Pendekatan ini memungkinkan organisasi memperoleh visibilitas yang lebih baik terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan mereka serta mendeteksi potensi risiko lebih awal. Sebagai bagian dari transformasi menuju perusahaan yang semakin AI-driven, PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR) memperkenalkan Bronyx.ai, platform AI-powered autonomous penetration testing yang dirancang untuk membantu organisasi menjalankan continuous security validation melalui kombinasi kemampuan Human dan AI. Bronyx.ai memungkinkan organisasi memperoleh hasil pengujian yang lebih cepat, cakupan validasi yang lebih luas, serta laporan yang siap mendukung kebutuhan audit dan compliance. Dengan pendekatan tersebut, organisasi dapat menjaga tingkat keamanan yang lebih konsisten seiring berkembangnya lingkungan digital dan meningkatnya kompleksitas ancaman.













