Back to Bali – 02 April 2026 | Seorang pemain asal Belanda, Mauro Zijlstra, mengalami cedera serius pada laga internasional bersama Timnas Indonesia yang menimbulkan pertanyaan besar terkait hak klubnya, Persija Jakarta, untuk menuntut kompensasi dari FIFA. Kasus ini tidak hanya melibatkan Persija, tetapi juga menyinggung Persib Bandung yang dikabarkan berada di posisi serupa.
Latar Belakang Cedera Zijlstra
Mauro Zijlstra, gelandang bertahan yang menjadi andalan Persija sejak musim 2023/2024, dipanggil ke Timnas Indonesia untuk menjalani laga uji coba menjelang kualifikasi Piala Asia. Pada menit ke-23 pertandingan persahabatan melawan tim nasional tetangga, Zijlstra mengalami cedera ligamen pada lutut kanan yang memaksa ia harus keluar lapangan dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Diagnosa medis menyebutkan bahwa Zijlstra mengalami robekan anterior cruciate ligament (ACL) yang diperkirakan membutuhkan waktu rehabilitasi minimal enam bulan. Akibat cedera tersebut, ia harus absen dari kompetisi klub hingga pertengahan musim berikutnya, memengaruhi performa Persija yang tengah berjuang di papan atas klasemen Liga 1.
Dasar Hukum Klaim Kompensasi
Persija mengajukan permohonan kompensasi kepada FIFA dengan mengacu pada peraturan FIFA Regulations on the Status and Transfer of Players (RSTP). Pasal 17 dalam regulasi tersebut mengatur mengenai “Club Protection” yang memungkinkan klub mengajukan klaim ganti rugi bila pemain yang mereka miliki cedera saat menjalani tugas internasional.
Menurut regulasi, klub dapat menuntut ganti rugi jika cedera terjadi selama kompetisi resmi yang diakui oleh FIFA, dan tidak dapat dihindari oleh klub. Persija berargumen bahwa cedera Zijlstra terjadi dalam pertandingan internasional resmi yang diatur FIFA, sehingga mereka berhak atas kompensasi finansial untuk menutupi biaya medis, gaji pemain selama masa pemulihan, dan kerugian kompetitif.
Perkiraan Besaran Kompensasi
Berdasarkan perhitungan internal Persija, total kerugian yang diderita mencakup:
- Biaya medis dan rehabilitasi: Rp30 miliar
- Gaji pemain selama 6 bulan: Rp50 miliar
- Kerugian potensial dari penurunan performa tim: Rp66 miliar
Jumlah keseluruhan mencapai sekitar Rp146 miliar, angka yang kini menjadi patokan dalam permohonan resmi kepada FIFA.
Reaksi Persib Bandung
Sementara Persija menyiapkan dokumen klaim, klub rival Persib Bandung juga mengemukakan kepedulian serupa setelah pemain mereka mengalami cedera serupa dalam konteks internasional. Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi mengenai besaran kompensasi yang diajukan oleh Persib.
Proses Peninjauan FIFA
FIFA menegaskan bahwa setiap klaim kompensasi harus melalui prosedur verifikasi yang ketat. Tim independen akan menilai bukti medis, kontrak pemain, serta relevansi pertandingan internasional. Proses ini diperkirakan memakan waktu antara 3 hingga 6 bulan.
Jika FIFA menyetujui klaim Persija, pembayaran kompensasi akan dilakukan secara langsung ke rekening resmi klub, dengan catatan bahwa dana tersebut tidak dapat digunakan untuk tujuan lain selain menutup kerugian yang telah diidentifikasi.
Dampak pada Kebijakan Klub dan Nasional
Kejadian ini memicu diskusi luas di antara klub-klub Liga 1 mengenai perlindungan pemain saat berpartisipasi di level internasional. Beberapa klub mengusulkan revisi kontrak standar untuk memasukkan klausul asuransi yang lebih komprehensif, sementara pihak PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) menekankan pentingnya koordinasi dengan federasi internasional dalam menjamin kesejahteraan pemain.
Selain itu, kasus ini menyoroti perlunya transparansi dalam proses klaim FIFA, agar klub tidak mengalami kerugian finansial yang signifikan akibat cedera pemain di panggung internasional.
Sejauh ini, Persija tetap optimis bahwa klaimnya akan mendapatkan pertimbangan adil dari FIFA, mengingat bukti kuat yang telah disiapkan. Sementara itu, para pendukung klub dan pengamat sepakbola menunggu hasil akhir yang dapat menjadi preseden bagi kasus serupa di masa mendatang.













