Back to Bali – 02 April 2026 | Bek timnas Indonesia, Kevin Diks, memberikan penilaian mendalam tentang gaya kepelatihan John Herdman usai latihan bersama Tim Garuda di Stadion Madya Gelora Bung Karno pada Minggu (29/3/2026). Menurut Diks, Herdan tidak sekadar mengatur sesi fisik, melainkan menekankan detail taktis yang memengaruhi setiap aspek permainan, mulai dari posisi defensif hingga transisi menyerang.
Gaya Pelatihan John Herdman yang Sangat Detail
Kevin Diks menegaskan bahwa John Herdman menuntut standar tinggi dalam setiap sesi latihan. “Saya pikir John sangat detail dan sangat kuat secara taktik. Dia menuntut banyak dari kami,” ujarnya. Herdman dikenal menghabiskan waktu menelaah video lawan, mengidentifikasi pola gerakan, dan menyusun skenario permainan yang spesifik untuk setiap lawan yang akan dihadapi Timnas Indonesia.
Pendapat Kevin Diks tentang Kekayaan Taktik
Dalam wawancara singkat, Diks menambahkan bahwa Herdman memiliki “banyak taktik” yang siap diterapkan. Ia menyebut bahwa pelatih asal Kanada itu mampu mengubah formasi dengan cepat, menyesuaikan strategi sesuai dengan kondisi lapangan dan lawan. “Dia mengetahui apa yang diharapkan dari setiap pemain, termasuk saya sebagai bek,” kata Diks. Hal ini menandakan pendekatan individual yang diberikan Herdman kepada setiap pemain, memastikan masing-masing mengerti peran spesifiknya dalam skema tim.
Perbandingan dengan Pelatih Sebelumnya
Diks juga membandingkan Herdman dengan dua mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae‑Yong dan Patrick Kluivert. Menurutnya, perbedaan utama terletak pada kedalaman analisis taktik. “Perbedaannya, tentu setiap pelatih itu berbeda,” ujar Diks, namun menekankan bahwa Herdman menonjol dalam hal persiapan detail dan fleksibilitas taktis. Sementara Shin Tae‑Yong lebih menekankan disiplin fisik, dan Kluivert mengedepankan kreativitas menyerang, Herdman menggabungkan keduanya dengan fokus pada struktur tim yang solid.
Dampak pada Persiapan Timnas Indonesia
Latihan yang dipimpin Herdman pada 29 Maret mencakup simulasi situasi pertandingan melawan tim Eropa, dengan penekanan pada pertahanan zona dan pressing tinggi. Diks menyebut bahwa pemain merasakan peningkatan pemahaman taktik, terutama dalam transisi cepat dari pertahanan ke serangan. “Kami sekarang lebih siap menghadapi tekanan lawan, karena John selalu menyiapkan skenario yang realistis,” jelasnya. Pengalaman ini diyakini akan meningkatkan konsistensi performa Timnas Indonesia pada kompetisi mendatang, termasuk laga melawan Bulgaria.
Kesimpulannya, pujian Kevin Diks menegaskan bahwa John Herdman membawa pendekatan yang lebih terstruktur, detail, dan taktis ke dalam latihan Timnas Indonesia. Dengan standar yang tinggi dan ekspektasi yang jelas, Herdman diharapkan dapat memaksimalkan potensi pemain, memperkuat pertahanan, serta memberikan variasi taktik yang fleksibel untuk mengatasi berbagai jenis lawan. Jika konsistensi ini terjaga, Timnas Indonesia berpotensi menorehkan hasil positif pada ajang internasional yang akan datang.













