Back to Bali – 02 April 2026 | Kejuaraan Asia Badminton 2026 akan digelar di Ningbo, China pada 7-12 April mendatang, menjadi panggung penting bagi pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri. Setelah menutup musim dengan penampilan kurang memuaskan di turnamen-turnamen bergengsi, duo ini bertekad memperbaiki catatan mereka dan menembus podium di ajang regional paling bergengsi di benua ini.
Jejak Kegagalan di Turnamen Internasional
Fajar/Fikri mengalami serangkaian kekalahan menegangkan dalam beberapa bulan terakhir. Pada All England Open 2026, pasangan rekan senegara Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin berhasil menghalangi langkah mereka di babak 16 besar. Keberhasilan Raymond/Joaquin tidak berhenti di situ; mereka melaju hingga semifinal setelah menyingkirkan duo Australia Open 2025 dan Indonesia Masters 2026 yang juga dihadapi Fajar/Fikri.
Menurut pernyataan Fajar di pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, “Banyak yang harus dievaluasi setelah turnamen Eropa. Ketika harus berhadapan dengan teman sendiri, tidak didampingi pelatih, terkadang sedikit blank.” Ia menambahkan bahwa lawan mereka memiliki kecepatan dan power yang luar biasa, serta pengetahuan mendalam tentang pola permainan Indonesia berkat latihan bersama di pelatnas.
Latihan Bersama: Pedang Bermata Dua
Keunikan situasi ini terletak pada fakta bahwa Raymond dan Joaquin rutin berlatih bersama Fajar/Fikri di fasilitas pelatnas. “Makanya karena sering latihan bersama, mereka tahu sekali kelemahan kami dan yang mereka terapkan pada pertandingan,” ujar Fajar. Sementara itu, Fikri menegaskan bahwa mereka sudah mencoba mengubah pola permainan, namun masih kesulitan menahan serangan cepat lawan pada gim ketiga.
Keuntungan ini menjadi bahan bakar bagi Indonesia untuk mencari solusi taktis. Pelatih kepala tim mengungkapkan bahwa mereka sedang menguji “mesin waktu” berupa skenario simulasi pertandingan, mengacu pada keberhasilan pasangan All England yang kini menjadi juara kembali di China, Jafar/Felisha. Metode ini diharapkan dapat membantu Fajar/Fikri mengantisipasi strategi lawan yang familiar.
Strategi Baru dan Penanganan Cedera
Selain aspek taktik, cedera menjadi faktor penting yang memengaruhi performa duo Indonesia. Fikri mengaku sempat mengalami ketegangan otot pada pergelangan tangan, yang memaksa mereka mengurangi intensitas latihan selama dua minggu terakhir. Tim medis pelatnas menegaskan bahwa proses rehabilitasi berjalan baik, dan kedua pemain sudah kembali ke program latihan penuh menjelang kejuaraan.
Strategi baru melibatkan peningkatan kerja sama dalam pertahanan net, variasi servis, serta penekanan pada transisi cepat dari pertahanan ke serangan. “Kami harus mengoptimalkan kecepatan footwork dan memperkaya variasi pukulan agar tidak mudah diprediksi,” jelas Fajar.
Harapan dan Tekad Menembus Podium
Menatap agenda kompetisi, Fajar/Fikri menaruh harapan besar pada dukungan penonton Indonesia di luar negeri serta semangat kebersamaan tim. “Kami ingin membuktikan bahwa meski dihantui cedera dan lawan yang sudah sangat mengenal gaya kami, kami tetap mampu beradaptasi dan bersaing di level tertinggi,” tutup Fikri.
Jika semua persiapan berjalan sesuai rencana, duo ini berpotensi mengubah dinamika ganda putra Asia, menantang dominasi pasangan China serta mengembalikan kebanggaan Indonesia di panggung kontinen.













