Tragedi Di Bandung: Pria dengan Diabetes Tak Sembuh Pilih Akhir Tragis, Gantung Diri di Saung Sawah

Back to Bali – 03 April 2026 | Seorang warga kampung Arca, Rancabali, Kabupaten Bandung, ditemukan tewas tergantung di sebuah saung yang terletak di pinggir..

2 minutes

Read Time

Tragedi Di Bandung: Pria dengan Diabetes Tak Sembuh Pilih Akhir Tragis, Gantung Diri di Saung Sawah

Back to Bali – 03 April 2026 | Seorang warga kampung Arca, Rancabali, Kabupaten Bandung, ditemukan tewas tergantung di sebuah saung yang terletak di pinggir sawah pada pagi hari Kamis, 2 April 2026. Identitas korban masih dirahasiakan dengan inisial “D”, namun polisi mengungkap bahwa keputusan mengakhiri hidupnya dipicu oleh keputusasaan akibat penyakit diabetes yang tidak kunjung membaik.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan Kapolsek Ciwidey, AKP Peeterson Timisela, laporan pertama diterima sekitar pukul 07.00 WIB ketika seorang saksi, Mulya Mulyana, yang sedang dalam perjalanan ke sawah, melihat jasad D tergantung di dalam saung. Tim kepolisian segera tiba di lokasi, melakukan pemeriksaan visual, dan memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan baik dari senjata tajam maupun tumpul. Pemeriksaan forensik awal menunjukkan tidak ada luka luar, menegaskan dugaan bunuh diri.

Latar Belakang Penyakit Diabetes

Keluhan kesehatan D selama beberapa bulan terakhir berpusat pada diabetes melitus tipe 2 yang sulit dikendalikan. Keluarga mengaku D telah menjalani perawatan rutin, termasuk pengobatan oral dan diet khusus, namun kadar gula darahnya tetap tidak stabil. Menurut data Kementerian Kesehatan, pada tahun 2025 terdapat lebih dari 10 juta penderita diabetes di Indonesia, dengan angka komplikasi kronis yang terus meningkat. Kondisi ini dapat menimbulkan beban psikologis yang signifikan, terutama bila kontrol penyakit tidak tercapai.

Tanggapan Kepolisian dan Keluarga

Pihak Polresta Bandung melalui tim Inafis melakukan penyelidikan lapangan dan mengumpulkan keterangan saksi serta keluarga. Seluruh temuan menunjukkan tidak ada unsur kriminalitas dalam kasus ini. Namun, keluarga D menolak pelaksanaan autopsi, mengklaim bahwa hal tersebut akan menambah penderitaan mereka. Mereka berencana mengajukan surat pernyataan penolakan autopsi kepada otoritas terkait. Polisi menghormati keputusan keluarga, namun tetap mencatat semua bukti yang ada untuk keperluan administrasi.

Implikasi Kesehatan Mental dan Sosial

Kasus ini menyoroti keterkaitan erat antara penyakit kronis seperti diabetes dengan risiko kesehatan mental, termasuk depresi dan kecenderungan bunuh diri. Penelitian nasional menunjukkan bahwa penderita diabetes memiliki risiko dua kali lebih tinggi mengalami depresi dibandingkan populasi umum. Di daerah pedesaan seperti Rancabali, akses ke layanan psikologis masih terbatas, sehingga penderita sering kali harus mengandalkan dukungan keluarga dan masyarakat.

  • Kurangnya fasilitas konseling di daerah rural memperparah isolasi penderita.
  • Stigma sosial terhadap penyakit mental masih tinggi, menghalangi pencarian bantuan.
  • Pentingnya program edukasi bagi keluarga tentang gejala depresi pada penderita diabetes.

Kasus D menjadi panggilan untuk meningkatkan integrasi layanan kesehatan antara bidang endokrinologi dan psikologi, khususnya di wilayah yang kurang terlayani. Pemerintah daerah Bandung diharapkan dapat memperluas program skrining mental bagi penderita penyakit kronis, serta menyediakan jalur rujukan yang cepat dan terjangkau.

Dengan menutup laporan ini, pihak kepolisian mengingatkan masyarakat untuk tidak menyepelekan tanda-tanda keputusasaan pada orang terdekat. Jika ada yang merasakan tekanan emosional atau melihat perubahan perilaku, segera hubungi layanan bantuan psikologis atau pusat krisis terdekat. Kematian D menjadi peringatan keras bahwa penyakit fisik tanpa dukungan mental dapat berujung pada tragedi yang dapat dihindari.

About the Author

Pontus Pontus Avatar