Back to Bali – 03 April 2026 | Boyolali, 2 April 2026 – Sebuah kasus hilangnya seorang tukang ojek berusia 53 tahun menimbulkan kegelisahan di kalangan warga setempat. Lilik Juliyanto, warga Dukuh Kawangan, RT 01/RW 06, Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo, dilaporkan menghilang pada Selasa, 31 Maret 2026, sekitar pukul 18.30 WIB, setelah menyelesaikan tugas mengantar seorang penumpang yang tidak dikenal ke tujuan di Dukuh Karangsalam, RT 04/RW 03, Desa Trosobo, Kecamatan Sambi.
Menurut keterangan keluarga, Lilik berangkat dari rumah pada sore hari untuk menjalankan usahanya sebagai pengemudi ojek. Ia mengenakan rompi abu‑abu dengan logo “OLTB” (Ojek Lawang Tol Boyolali) pada saku kiri atas, serta bordiran bendera merah putih pada saku kanan. Pada bagian punggung rompi juga terdapat logo OLTB yang sama, dan ia memakai sandal jepit. Ciri khas lainnya adalah luka keloid sebesar jempol pada pundak kanan, yang menjadi identifikasi utama bagi pihak berwenang.
Penemuan Laporan Kehilangan
Pada Rabu, 1 April 2026, sekitar pukul 18.30 WIB, istri Lilik melaporkan suaminya hilang ke Polres Boyolali. Laporan tersebut disampaikan melalui surat keterangan tanda laporan kehilangan yang kemudian beredar di media sosial. Dalam surat tersebut disebutkan bahwa setelah mengantarkan penumpang ke alamat tujuan, Lilik tidak kembali ke rumah. Hingga sore berikutnya, keluarga belum menerima kabar apapun.
Respon Kepolisian
Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, mengonfirmasi bahwa laporan orang hilang tersebut sedang dalam penyelidikan bersama keluarga korban. “Saat ini kami masih menyelidiki bersama pihak keluarga. Kami mengimbau masyarakat yang memiliki informasi atau melihat sosok dengan ciri‑ciri tersebut untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat atau menghubungi nomor handphone keluarga,” ujar Indra dalam pernyataan resmi.
Polisi telah melakukan pencarian di beberapa titik strategis, termasuk lokasi terakhir penumpang diturunkan, serta area sekitar rumah Lilik. Namun hingga kini belum ada perkembangan signifikan yang dapat menjelaskan keberadaan Lilik.
Reaksi Masyarakat
Berbagai warga Boyolali menyatakan keprihatinannya atas kejadian ini. “Kami semua tahu Lilik, dia selalu membantu warga sekitar. Kehilangannya membuat kami cemas, terutama karena belum ada petunjuk,” kata seorang tetangga yang tidak mau disebutkan namanya. Kelompok warga pun membentuk tim relawan untuk membantu pencarian, meski upaya resmi tetap berada di bawah koordinasi kepolisian.
Langkah-Langkah yang Diharapkan
- Penggalangan informasi melalui media sosial dan jaringan warga setempat.
- Penggunaan teknologi GPS pada kendaraan ojek, bila tersedia, untuk melacak rute terakhir.
- Peningkatan patroli kepolisian di area Sambi dan Mojosongo pada malam hari.
- Pemberian bantuan psikologis bagi keluarga Lilik yang tengah berduka.
Kasus ini menambah deretan laporan orang hilang di Jawa Tengah dalam beberapa bulan terakhir, menimbulkan pertanyaan tentang faktor keamanan bagi pekerja informal yang sering beroperasi pada jam senja. Pemerintah daerah diharapkan dapat meninjau kembali kebijakan perlindungan bagi pengemudi ojek, termasuk penyediaan asuransi atau sistem pelaporan darurat.
Hingga saat ini, pencarian Lilik Juliyanto belum membuahkan hasil. Keluarga, kerabat, serta warga Boyolali terus menanti kabar baik. Pihak berwenang menegaskan komitmen penuh dalam mengungkap misteri hilangnya tukang ojek tersebut, sekaligus mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada dan melaporkan setiap temuan yang mencurigakan.













