Back to Bali – 03 April 2026 | Jakarta, 3 April 2026 – Pemerintah kembali diguncang oleh kontroversi program susu gratis untuk sekolah, yang kali ini menjerat produsen ternama Ultrajaya. Program Milk and Breading for Growth (MBG) yang semula dipuji sebagai upaya meningkatkan gizi anak-anak sekolah, kini terjerat skandal setelah terungkap bahwa produk susu yang seharusnya didistribusikan secara eksklusif ke institusi pendidikan dijual kembali di jaringan minimarket dengan harga Rp4.000 per paket.
Pengungkapan penjualan di minimarket
Investigasi awal mengidentifikasi beberapa gerai minimarket yang menawarkan paket susu MBG yang seharusnya hanya tersedia di kantin sekolah. Penjualan tersebut menimbulkan keraguan atas integritas distribusi program, mengingat harga jual di pasar bebas jauh melampaui nilai subsidi pemerintah. Konsumen yang membeli produk ini di luar jalur resmi tidak hanya mengeluarkan biaya tambahan, namun juga mengganggu tujuan utama program yaitu penyediaan gizi murah bagi pelajar.
Respon Ultrajaya
Menanggapi temuan tersebut, Ultrajaya mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan langkah cepat perusahaan dalam menanggulangi pelanggaran. “Kami telah menghentikan semua pemasok yang terlibat dalam praktik tidak etis ini dan memutus kontrak dengan pihak-pihak yang melanggar kebijakan distribusi,” ujar juru bicara perusahaan dalam konferensi pers di Jakarta. Ultrajaya menambahkan bahwa perusahaan telah mengirim tim audit internal untuk menelusuri rantai pasokan dan memastikan tidak ada lagi penyimpangan serupa.
Daftar hitam pemasok
Dalam upaya menegakkan kepatuhan, Ultrajaya mengumumkan daftar hitam pemasok yang dinilai “nakal”. Daftar tersebut mencakup lima perusahaan logistik dan distributor yang terbukti menjual kembali susu MBG secara tidak sah. Ultrajaya menyatakan akan menuntut ganti rugi dan melaporkan kasus ini ke otoritas terkait untuk proses hukum lebih lanjut.
Reaksi pemerintah dan lembaga pengawas
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden ini. Menurut pejabat Kemdikbud, program susu gratis MBG merupakan bagian penting dari upaya peningkatan gizi nasional, dan penyalahgunaan distribusi dapat merusak kepercayaan publik. BPOM menegaskan bahwa semua produk susu harus melewati kontrol kualitas dan distribusi yang ketat, dan akan melakukan inspeksi mendadak ke gudang-gudang yang terlibat.
Dampak terhadap kepercayaan konsumen
- Penurunan kepercayaan orang tua terhadap program pemerintah.
- Potensi penurunan penjualan produk susu Ultrajaya di pasar reguler.
- Risiko reputasi bagi Ultrajaya sebagai produsen susu terkemuka.
Langkah-langkah perbaikan
Berbagai pihak mengusulkan langkah konkret untuk mencegah terulangnya kasus serupa. Di antaranya adalah peningkatan pengawasan digital pada rantai pasok, pelabelan kode QR unik pada setiap paket susu MBG, serta kerja sama lebih erat antara pemerintah, produsen, dan retailer resmi. Selain itu, pendidikan bagi kepala sekolah dan petugas kantin mengenai pentingnya kepatuhan distribusi juga dianggap penting.
Kasus ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai peran distributor dalam ekosistem pendidikan. Beberapa analis ekonomi menilai bahwa skema subsidi yang melibatkan pihak ketiga rentan terhadap praktik korupsi jika tidak diawasi secara transparan. Oleh karena itu, mereka menyarankan reformasi kebijakan yang mengurangi ketergantungan pada perantara.
Di sisi lain, Ultrajaya tetap berkomitmen melanjutkan program MBG dengan memperkuat mekanisme kontrol internal. Perusahaan menegaskan bahwa program tersebut akan terus berjalan, namun dengan prosedur distribusi yang lebih ketat dan audit berkala untuk memastikan tidak ada penyimpangan.
Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, produsen, maupun konsumen, bahwa transparansi dan akuntabilitas harus menjadi landasan utama dalam pelaksanaan program sosial yang melibatkan dana publik. Ke depannya, diharapkan kerjasama lintas sektor dapat menghasilkan distribusi gizi yang adil dan berkelanjutan bagi generasi penerus bangsa.












