Back to Bali – 03 April 2026 | Jakarta, 3 April 2026 – Dalam sebuah pernyataan yang mengguncang dinamika politik internal, anggota DPR Ade Darmawan menyinggung secara tajam kubu mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Roy Suryo. Ade menuduh Roy dan timnya berusaha menutupi kepentingan pribadi dengan menyebutkan bahwa Rismon, tokoh senior dalam jaringan politik tersebut, tengah menyiapkan sebuah kejutan yang dapat mengubah keseimbangan kekuasaan. “Jangan pura-pura gila,” ujar Ade dengan nada menegaskan, mengingatkan Roy untuk tidak menutupi fakta-fakta yang sedang terungkap.
Latar Belakang Konflik
Ketegangan antara kedua kubu bermula pada awal tahun ini ketika Roy Suryo mengumumkan rencana restrukturisasi partai yang melibatkan penempatan kembali sejumlah kader senior. Langkah tersebut ditanggapi oleh sebagian anggota parlemen sebagai upaya memperkuat posisi pribadi Roy, terutama menjelang pemilihan umum legislatif 2029. Ade Darmawan, yang dikenal sebagai kritikus vokal kebijakan internal partai, menilai restrukturisasi tersebut sebagai taktik politik yang mengabaikan aspirasi anggota basis.
Siapa Rismon?
Rismon, yang tidak jarang menjadi nama yang muncul dalam spekulasi politik, merupakan mantan penasihat strategis dan kini berperan sebagai koordinator jaringan relawan partai. Menurut sumber dalam lingkaran dalam, Rismon sedang menyiapkan sebuah inisiatif yang belum diungkap secara resmi, namun diprediksi akan melibatkan mobilisasi massa dan penggalangan dukungan di wilayah-wilayah strategis. “Kejutan yang dimaksud bukan sekadar aksi panggung, melainkan langkah taktis yang dapat menggoyang fondasi kekuasaan Roy,” kata seorang analis politik yang meminta disebutkan namanya.
Pernyataan Ade Darmawan
Dalam konferensi pers yang digelar di kantor partai, Ade Darmawan menegaskan, “Saya tidak melihat ada alasan bagi Roy untuk berpura-pura gila ketika semua mata tertuju pada Rismon. Kami menuntut transparansi, bukan manipulasi. Jika ada kejutan, sebaiknya disampaikan secara terbuka, bukan disembunyikan di balik strategi rahasia.” Ade menambahkan bahwa ia siap menggalang dukungan anggota parlemen lain untuk menuntut pertanggungjawaban dari kepemimpinan Roy.
Reaksi Roy Suryo
Roy Suryo menanggapi sindiran tersebut dengan tenang, menyatakan bahwa semua keputusan yang diambil selalu berlandaskan pada kepentingan partai dan bangsa. “Saya tidak pernah berpura-pura gila. Kritik konstruktif memang dibutuhkan, namun kami tidak akan terpengaruh oleh fitnah yang tidak berdasar,” ujar Roy dalam sebuah pernyataan tertulis. Ia juga menolak adanya rencana kejutan yang dapat mengganggu proses internal partai, menyebutnya sebagai spekulasi belaka.
Implikasi Politik
- Jika Rismon memang menyiapkan aksi besar, hal ini dapat memicu pergeseran aliansi di dalam partai, terutama menjelang pemilihan legislatif.
- Kritik Ade Darmawan dapat memperkuat posisi kelompok reformis yang menuntut perubahan struktural dalam kepemimpinan partai.
- Roy Suryo harus menyeimbangkan antara menjaga otoritasnya dan mengakomodasi suara-suara dissent yang semakin lantang.
Para pengamat menilai bahwa konflik ini mencerminkan pergulatan klasik antara kepentingan pribadi dan agenda kolektif dalam partai politik. Dengan pemilihan umum yang semakin dekat, setiap gerakan strategis dapat berujung pada perubahan signifikan dalam peta kekuasaan nasional.
Seiring berjalannya waktu, publik dan anggota partai akan menunggu klarifikasi resmi mengenai apa yang sebenarnya sedang dipersiapkan oleh Rismon. Sementara itu, Ade Darmawan tetap bertekad untuk mengawasi setiap langkah Roy Suryo, memastikan tidak ada lagi “pura-pura gila” yang menutupi fakta politik yang sesungguhnya.













