Back to Bali – 04 April 2026 | Al-Nasr FC kembali menegaskan dominasinya di Liga Profesional Roshen setelah mencatat kemenangan telak 5-2 atas Al-Najma pada Minggu malam, Jumat 4 April 2026. Kemenangan ini tidak hanya menambah jarak poin mereka di puncak klasemen, tetapi juga menandai kembali kebangkitan klub di bawah asuhan pelatih asal Portugal, Jorge Jesus.
Kemenangan Historis 5-2 dan Peran Cristiano Ronaldo
Dalam laga yang berlangsung di Stadion Prince Faisal bin Fahd, Cristiano Ronaldo kembali mencuri sorotan dengan mencetak dua gol penting sesaat setelah kembali ke lapangan. Gol pertama Ronaldo datang dari tendangan jarak jauh yang melesat menembus pertahanan Al-Najma, sementara gol keduanya merupakan penyelesaian akhir dari serangan cepat yang dimotori oleh rekan setimnya. Dua gol tersebut menjadi faktor penentu dalam menutup selisih skor 3-0, meski Al-Najma sempat mengurangi selisih menjadi 3-2 lewat serangan balasan.
Pengaruh Jorge Jesus dan Rekor Baru
Sejak mengambil alih kepemimpinan tim pada awal musim 2025/2026, Jorge Jesus berhasil mengembalikan karakter juara Al-Nasr. Statistik dari jaringan data Opta menunjukkan bahwa klub kini telah mencatat 13 kemenangan beruntun, meniru catatan terbaik yang pernah diraih pada periode November 2013 hingga Februari 2014. Dengan kemenangan terbaru, poin Al-Nasr melonjak menjadi 70, memperlebar jarak dengan pesaing utama, Al-Hilal, hingga enam poin.
Status Klasemen dan Tantangan Kedepan
Berada di puncak tabel Liga Profesional Roshen, Al-Nasr kini memegang posisi teratas dengan 70 poin setelah 27 putaran. Keunggulan tersebut memberi klub peluang besar untuk mengamankan gelar musim ini, namun tekanan tetap tinggi mengingat Al-Hilal terus menekan dari posisi kedua. Pertandingan melawan Al-Najma juga menjadi ajang pembuktian bagi para pemain baru yang akan diintegrasikan dalam pekan-pekannya mendatang.
Pengawasan Finansial Ketat: Ancaman Poin atau Degradasi
Di sela-sela sorotan atas performa di lapangan, Al-Nasr menghadapi badai baru dari Komite Pengawasan Finansial (Financial Oversight Committee). Menurut laporan program televisi “Nadina”, klub kini berada di bawah “pengawasan ketat” yang mengharuskan persetujuan sebelumnya untuk setiap kontrak pemain atau pelatih dengan nilai lebih dari 500.000 riyal Saudi. Legal adviser klub, Ahmed Al‑Sheikhi, menegaskan bahwa pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat berujung pada sanksi berat, termasuk pengurangan poin atau bahkan degradasi ke Divisi Pertama.
Reaksi Publik dan Dampak Jangka Panjang
Keputusan regulator tersebut memicu protes keras di media sosial. Para suporter Al-Nasr menyatakan bahwa klub tidak berlebihan dalam pengeluaran dibandingkan dengan rivalnya, dan menilai langkah ini sebagai tindakan yang tidak adil. Di sisi lain, pengamat keuangan menilai bahwa pengawasan ketat dapat memaksa Al-Nasr untuk menyesuaikan strategi transfer dan memperkuat manajemen keuangan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan stabilitas jangka panjang klub.
Meski berada di tengah situasi yang menantang, Al-Nasr tetap bertekad untuk melanjutkan tren positifnya. Dengan catatan kemenangan beruntun, performa gemilang Cristiano Ronaldo, serta kepemimpinan Jorge Jesus yang konsisten, harapan untuk mengangkat trofi Liga Profesional Roshen masih sangat tinggi. Namun, keberhasilan di atas lapangan kini harus diimbangi dengan kepatuhan pada regulasi keuangan yang ketat agar tidak mengorbankan pencapaian sportif dengan sanksi administratif.













