Back to Bali – 04 April 2026 | Pertamina menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat posisi Indonesia dalam peta energi dunia melalui serangkaian kerja sama strategis dengan empat entitas internasional ternama: SK Group, ExxonMobil, Posco, dan US Grains & BioProducts Council (USGBC). Kesepakatan-kesepakatan ini tidak hanya menambah kapasitas produksi dan teknologi tinggi, tetapi juga memperluas ekosistem bioetanol serta mempersiapkan implementasi bahan bakar campuran etanol E10 di seluruh negeri.
Kolaborasi dengan SK Group: Fokus pada LNG dan Petrokimia
Dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta, Pertamina menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan SK Group, konglomerat asal Korea Selatan yang memiliki keahlian di bidang liquefied natural gas (LNG) dan petrokimia. Kedua belah pihak sepakat untuk mengembangkan proyek LNG downstream, memperluas jaringan infrastruktur gas cair, serta berbagi teknologi pengolahan petrokimia tingkat lanjut. SK Group akan menyediakan pengetahuan teknis serta akses ke pasar Asia Timur, sementara Pertamina menawarkan jaringan distribusi domestik yang luas.
Kerja Sama dengan ExxonMobil: Pengembangan Lapangan Minyak dan Gas Baru
ExxonMobil, salah satu pemain energi terbesar dunia, bergabung dengan Pertamina dalam upaya eksplorasi dan produksi (E&P) lapangan minyak serta gas baru di wilayah lepas pantai Indonesia. MoU yang ditandatangani mencakup transfer teknologi pengeboran horizontal, manajemen reservoir, serta program pelatihan bagi tenaga kerja lokal. ExxonMobil juga akan berkontribusi pada inisiatif dekarbonisasi dengan menyediakan solusi capture carbon (CCS) yang dapat diintegrasikan ke dalam proyek-proyek produksi konvensional.
Posco dan Transformasi Baja Berkelanjutan
Posco, produsen baja asal Korea Selatan, menandatangani perjanjian kerja sama dengan Pertamina untuk mengembangkan baja berkelanjutan yang dapat mendukung pembangunan infrastruktur energi bersih. Fokus utama meliputi penggunaan bahan baku daur ulang, penerapan proses pembuatan baja dengan emisi karbon lebih rendah, serta penelitian bersama pada material komposit untuk turbin angin dan panel surya. Pertamina berencana menggunakan baja ramah lingkungan ini dalam proyek-proyek pembangkit listrik terbarukan dan jaringan transmisi yang sedang dibangun.
USGBC dan Pengembangan Ekosistem Bioetanol Nasional
Sementara tiga kemitraan di atas menitikberatkan pada sektor fosil dan logam, Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) memperkuat upaya diversifikasi energi dengan menandatangani MoU bersama US Grains & BioProducts Council (USGBC). Kolaborasi ini menargetkan pengembangan ekosistem bioetanol yang meliputi riset rantai pasok, pelatihan teknis, dan adopsi praktik terbaik global. Salah satu output utama adalah studi kelayakan implementasi bahan bakar campuran etanol E10, yang diharapkan dapat mengurangi intensitas karbon sektor transportasi.
Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis, menegaskan bahwa pengetahuan yang diperoleh dari USGBC akan mempercepat adopsi bioetanol di Indonesia, mulai dari diversifikasi bahan baku hingga pembentukan regulasi yang mendukung. Sementara itu, Oki Muraza, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), menambahkan bahwa sinergi antara teknologi tinggi SK Group, keahlian eksplorasi ExxonMobil, inovasi baja Posco, dan keahlian bioetanol USGBC menciptakan fondasi kuat bagi transisi energi nasional.
Implikasi Ekonomi dan Lingkungan
- Peningkatan Investasi: Kombinasi investasi asing langsung (FDI) dari keempat mitra diproyeksikan menambah lebih dari US$5 miliar dalam lima tahun ke depan.
- Penciptaan Lapangan Kerja: Program pelatihan bersama diperkirakan menghasilkan ribuan tenaga kerja terampil di bidang teknik, riset, dan operasional.
- Pengurangan Emisi: Implementasi bioetanol E10 dan teknologi CCS diharapkan menurunkan emisi CO₂ sektor transportasi dan produksi minyak hingga 15% pada 2030.
- Diversifikasi Energi: Kolaborasi ini memperluas bauran energi nasional, menurunkan ketergantungan pada bahan bakar fosil tradisional.
Secara keseluruhan, rangkaian kerja sama strategis ini menandai langkah maju Pertamina dalam menjawab tantangan perubahan iklim sekaligus memperkuat posisi ekonomi Indonesia di kancah global. Dengan menggabungkan teknologi tinggi, investasi besar, dan fokus pada energi terbarukan, Pertamina berupaya menjadikan Indonesia sebagai pusat energi yang berkelanjutan dan kompetitif.













