Back to Bali – 04 April 2026 | Putri Kusuma Wardani, yang akrab disapa Putri KW, kembali menjadi sorotan setelah menutup tur Eropa dengan penampilan yang cukup mengesankan namun belum mampu menandingi dominasi pemain nomor satu dunia, An Se-young dari Korea Selatan. Pada All England Open 2026, sang atlet berusia 23 tahun berhasil menembus perempat final, namun harus menyerah dengan skor 11-21, 14-21 di tangan An yang mempertahankan gelar unggulannya. Tak lama kemudian, di Swiss Open 2026, Putri kembali menapaki jalur runner‑up, kalah dari Supanida Katethong (Thailand) dengan skor 11-21, 15-21.
Perjalanan Tur Eropa Putri KW
Tur Eropa 2026 menjadi ajang penting bagi Putri KW untuk menguji diri melawan para petarung papan atas. Keberhasilan mencapai 8 besar di All England Open menunjukkan peningkatan konsistensi performa, meski hasil akhir belum memuaskan. Setelah kekalahan tersebut, Putri menegaskan fokusnya pada proses permainan, bukan sekadar poin atau hasil akhir.
“Di Swiss masih jadi runner‑up karena menurut saya, permainan saya tidak keluar. Untuk All England cukup senang bisa mencapai 8 besar dan masih kalah lagi dengan An Se‑young, banyak belajar juga,” ujar Putri dalam wawancara eksklusif di pelatnas Cipayung, Jakarta.
Analisis Keunggulan An Se-young
Putri KW mengungkapkan beberapa faktor yang membuat An Se‑young sulit dikalahkan. Menurutnya, teknik dasar An tidaklah luar biasa, namun ketahanan fisik dan kemampuan spekulasi strategi menjadi senjata utama. “Pukulannya normal saja, tetapi ketahanannya yang harus kita lebihkan. An Se‑young tidak banyak mati sendiri. Dia mencari poin dari lawan mati sendiri lebih banyak,” jelas Putri.
Ketahanan tersebut tidak hanya bersifat fisik, melainkan juga mental. An mampu menjaga ritme permainan tanpa banyak kesalahan, sehingga menambah tekanan pada lawan. Putri menambahkan, “Sebenarnya sudah biasa saja, tetapi memang harus lebih tahan saja, tetapi tidak mudah.”
Respon Mental Putri KW
Meski mengakui tantangan besar yang dihadapi, Putri menegaskan bahwa kekalahan tidak menggerus mentalnya. Ia lebih memilih mengoptimalkan proses permainan dan menilai bahwa kemampuan mengeluarkan seluruh potensi di lapangan merupakan langkah penting ke depan. “Yang penting saya, bisa mengeluarkan semua permainan saya karena menurut saya, kalau saya bisa mengeluarkan semua permainan saya, bisa berjalan dengan enak ke depannya,” tutur Putri.
Ia menutup pernyataannya dengan harapan bahwa pengalaman di Swiss dan All England akan menjadi batu loncatan untuk meraih prestasi lebih tinggi di kompetisi selanjutnya, termasuk kejuaraan regional dan dunia.
Prospek Kejuaraan Asia 2026
Kejuaraan Asia 2026 menjadi ajang berikutnya yang sangat dinantikan. Putri KW diharapkan dapat memanfaatkan pelajaran dari dua turnamen terakhir untuk meningkatkan daya saingnya. Analisis taktik An Se‑young memberi gambaran penting tentang aspek yang perlu diperkuat, terutama dalam hal stamina dan kemampuan membaca permainan lawan.
Jika Putri berhasil menyalurkan semua potensi yang dimilikinya, ia memiliki peluang untuk menembus final dan bahkan mengincar gelar juara, mengingat kualitasnya yang sudah terbukti di panggung internasional. Pengalaman melawan pemain top dunia seperti An Se‑young akan menjadi modal mental dan taktik yang berharga.
Dengan dukungan tim pelatih, fasilitas latihan yang memadai, dan semangat juang yang tinggi, Putri KW memiliki peluang untuk menutup siklus kekalahan beruntun dan menuliskan babak baru dalam karier bulu tangkis Indonesia.
Kejuaraan Asia 2026 menanti aksi-aksi menarik dari Putri dan pesaing-pesaingnya. Penonton sekaligus penggemar bulu tangkis Indonesia menantikan penampilan yang lebih tajam, konsisten, dan penuh strategi, berharap sang ratu bulu tangkis dunia dapat kembali menorehkan prestasi gemilang.













