Back to Bali – 04 April 2026 | Juru bicara Persib Bandung, pelatih asal Kroasia Bojan Hodak, kembali mencuri perhatian publik setelah menyampaikan keinginannya yang cukup ambisius: suatu saat Persib dapat terbang langsung menggunakan Bandara Husein Bandung. Pernyataan tersebut muncul dalam sesi konferensi pers menjelang laga tandang ke markas Semen Padang FC pada pekan ke-26 Liga Super 2025/2026.
Kondisi Persib di Liga Super 2025/2026
Di bawah asuhan Bojan, Persib Bandung menempati puncak klasemen dengan 58 poin, unggul empat angka dari Borneo FC Samarinda yang berada di posisi kedua. Selama 25 pertandingan, tim asuhan Bojan hanya kebobolan 14 gol, mencetak rekor pertahanan yang menjadi fondasi utama keberhasilan mereka.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran pemain-pemain kunci di lini belakang. Julio Cesar menilai, “Lini belakang sangat tangguh, Pato (Matricardi) dan Barba bermain sangat baik. Ada Dion (Markx) juga bersama kami, Teja juga luar biasa.” Duo bek Patricio Matricardi dan Federico Barba menjadi tembok utama, sementara Teja Paku Alam menambah keamanan di bawah mistar gawang.
Selain pertahanan, Bojan menekankan kontribusi penyerang dalam membantu tugas defensif. “Penyerang kami, seperti Barros dan Ramon, sering turun membantu pertahanan. Mereka bermain seperti bek ketika dibutuhkan,” ujarnya.
- Julio Cesar – Penjaga gawang utama
- Patricio Matricardi – Bek tengah
- Federico Barba – Bek tengah
- Teja Paku Alam – Bek kiri
- Uilliam Barros – Penyerang depan
- Ramon Tanque – Penyerang depan
Bandung Tanpa Bandara: Kendala Logistik bagi Persib
Meski performa di atas kertas mengesankan, Persib masih dihadapkan pada masalah logistik yang cukup signifikan. Kota Bandung saat ini belum memiliki bandara komersial yang beroperasi penuh. Bandara Husein Bandung, yang pernah berfungsi sebagai bandara militer dan sipil, kini hanya melayani penerbangan terbatas dan belum dapat menampung pesawat penumpang komersial dalam jumlah besar.
Kondisi ini memaksa tim untuk melakukan perjalanan darat selama lebih dari lima jam ke Bandara Husein, atau bahkan harus terbang ke bandara lain di wilayah Jawa Barat seperti Bandara Kertajati atau Bandara Soekarno‑Hatta. Jadwal perjalanan yang panjang menambah beban fisik pemain, mengurangi waktu istirahat, dan berpotensi memengaruhi performa di lapangan.
Harapan Bojan Hodak terhadap Bandara Husein
“Saya membayangkan suatu hari Persib dapat langsung terbang dari Bandara Husein Bandung ke kota-kota tandang. Itu akan mengurangi kelelahan, meningkatkan fokus, dan memberi keuntungan kompetitif,” ujar Bojan. Ia menambahkan, “Jika klub memiliki akses langsung ke bandara, tidak hanya tim utama yang diuntungkan, tetapi juga staff, media, dan suporter yang dapat berpergian lebih mudah.”
Bojan menilai bahwa keberadaan bandara komersial di Bandung akan membuka peluang baru bagi Persib dalam hal pemasaran, sponsor, serta peningkatan citra klub di tingkat nasional dan internasional. “Kita dapat mengundang lebih banyak sponsor yang tertarik pada mobilitas tinggi, serta mengundang suporter dari luar kota dengan lebih praktis,” jelasnya.
Selain manfaat bagi tim, Bojan juga menyoroti dampak positif bagi kota Bandung secara umum. “Bandara Husein dapat menjadi gerbang wisata, mempercepat arus ekonomi, dan menambah daya tarik Bandung sebagai destinasi olahraga,” katanya.
Untuk mewujudkan impian tersebut, Bojan berharap pihak berwenang, termasuk pemerintah kota dan Kementerian Perhubungan, dapat mempercepat proses perizinan dan pembangunan infrastruktur penunjang. Ia menegaskan, “Kami siap bekerja sama, memberikan masukan teknis, bahkan mengadakan acara promosi bersama untuk menggalang dukungan publik.”
Dengan performa tim yang terus mengukir prestasi, harapan akan terwujudnya penerbangan langsung Persib dari Bandara Husein menjadi topik hangat di kalangan suporter. Jika realisasi terjadi, Persib tidak hanya akan memotong jarak tempuh, tetapi juga menegaskan diri sebagai klub modern yang siap bersaing di level tertinggi sepak bola Indonesia.













