Back to Bali – 05 April 2026 | NASA menyiapkan langkah bersejarah pada misi Artemis II, penerbangan berawak pertama yang akan membawa empat astronot menyeberangi jarak terdekat ke Bulan sejak program Apollo. Pada hari keempat perjalanan, kru Orion berada lebih dekat ke Bulan daripada ke Bumi, menandai fase kritis sebelum memasuki orbit lunar. Foto-foto menakjubkan yang dibagikan NASA menampilkan panorama gelap luar angkasa yang dipenuhi bintang, serta permukaan Bulan yang perlahan muncul di cakrawala.
Jarak dan Pandangan Astronot
Ketika Orion menembus jarak sekitar 384.000 kilometer dari Bumi, para astronot berada pada titik terdekat ke Bulan—lebih jauh dari orbit geostasioner Bumi namun masih di luar pengaruh gravitasi utama. Pada posisi ini, mereka dapat mengamati konstelasi yang jarang terlihat dari permukaan planet, termasuk Nebula Orion yang menjadi simbol misi ini. Layar observasi jendela Orion dirancang khusus dengan lapisan anti‑refleksi, memungkinkan kru melihat detail kawah-kawah besar seperti Tycho dan Copernicus dengan kejernihan luar biasa.
Apa yang Akan Dilihat di Bulan?
Sesampainya di orbit lunar, astronot akan melewati tiga titik utama: Periapsis lunik, fase flyby, dan kembali ke lintasan Bumi. Selama flyby, mereka akan mengarahkan kamera ke daerah kutub selatan Bulan, area yang menjadi fokus program Artemis untuk eksplorasi berkelanjutan. Gambar-gambar tersebut diharapkan memberikan data penting tentang suhu ekstrem, distribusi es, dan potensi lokasi pendaratan masa depan. Selain itu, kru akan melakukan eksperimen mikrogravitasi di dalam kapsul, mengamati bagaimana zat cair berperilaku dalam kondisi hampir tanpa gravitasi.
Jadwal Misi Artemis II
| Waktu (UTC) | Tahap | Deskripsi |
|---|---|---|
| 2024-11-15 07:30 | Peluncuran | Peluncuran roket SLS dari Kennedy Space Center, menempatkan Orion di orbit Bumi. |
| 2024-11-16 12:45 | Trans‑lunar Injection | Manuver pembakaran utama mengirim Orion menuju Bulan. |
| 2024-11-18 03:20 | Day 4 – Dekat Bulan | Kru berada lebih dekat ke Bulan daripada ke Bumi, foto dan observasi dimulai. |
| 2024-11-20 09:00 | Orbit Lunar | Orion memasuki orbit elips mengelilingi Bulan, melakukan flyby. |
| 2024-11-23 14:10 | Return Burn | Manuver untuk kembali ke lintasan Bumi. |
| 2024-11-27 22:55 | Pendaratan | Kapsul berulang kembali ke Bumi, mendarat di Samudra Atlantik. |
Menu Makanan di Luar Angkasa
NASA telah menyiapkan menu khusus yang menyeimbangkan nutrisi, rasa, dan kemudahan penyimpanan. Setiap hidangan dikemas dalam kantong vakum dengan suhu yang dapat dipanaskan atau dikonsumsi langsung.
- Breakfast: Oatmeal dengan buah beri kering, kopi instant, dan scrambled egg berbasis protein nabati.
- Lunch: Sup tomat dengan quinoa, daging sapi kering, serta salad kacang hitam dengan dressing lemon.
- Dinner: Pasta alfredo dengan saus krim berbasis susu rendah lemak, ikan salmon panggang, dan sayuran kukus dalam bentuk puree.
- Snack: Bar energi kacang‑cokelat, buah kering, dan kacang almond panggang.
Semua makanan telah melewati uji rasa dan stabilitas mikrogravitasi, memastikan tidak ada partikel mengapung yang dapat merusak peralatan. Selain itu, astronot dapat menyesuaikan rasa dengan menambahkan garam, lada, atau saus khusus yang tersedia dalam paket kecil.
Keseluruhan, Artemis II bukan sekadar penerbangan percobaan; ia menjadi batu loncatan menuju misi pendaratan manusia kembali ke Bulan pada Artemis III. Keberhasilan fase orbit, pengamatan visual, serta penanganan logistik makanan di luar angkasa akan memberikan data vital bagi NASA dan mitra internasional untuk merancang habitat lunak, sistem pendukung kehidupan, dan prosedur eksplorasi jangka panjang. Dengan kru yang terdiri dari veteran penerbangan, ahli ilmu ruang, dan pilot test, harapan besar menanti saat Orion menutup jarak antara Bumi dan Bulan, membuka era baru penjelajahan antariksa manusia.













