Back to Bali – 05 April 2026 | Jumat, 3 April 2026 – Ketua Umum Relawan Jokowi untuk Prabowo‑Gibran (ReJO), Darmizal, bersama delapan ketua umum organisasi kemasyarakatan (ormas) melakukan silaturahmi kebangsaan dengan Presiden ke‑7 RI, Joko Widodo, di kediamannya di Solo, Jawa Tengah. Pertemuan berlangsung selama kurang lebih 45 menit dalam suasana hangat dan penuh keakraban.
Dalam pertemuan tersebut, Darmizal menegaskan komitmen bersama sembilan pimpinan ormas yang hadir untuk mengawal stabilitas pemerintahan baru yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. “Kami sepakat mengawal pemerintahan Prabowo‑Gibran agar tetap solid, guyub, dan fokus bekerja untuk rakyat hingga terwujud Indonesia yang makmur,” ujar Darmizal.
Daftar lengkap pimpinan ormas yang hadir antara lain:
- Muhammad Rahmad – Ketua Umum Usaha Perjalanan Wisata Indonesia
- Asep Syaripuddin – Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus Seluruh Indonesia (HIPPKI)
- Asep Hamdani – Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Logistik Nusantara (AP‑LOG)
- Arya Wardhana – Ketua Umum Parade Nusantara
- Andi Kurniawan – Ketua Umum Pemuda Patriot Nusantara (PPN)
- Lis Letty Jumiaty – Ketua Umum Petani Aren ReJO Nusantara (PETA)
- Teguh Sumarno – Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia
- Alfons Matly – Ketua Umum Federasi Pekerja Pelayan Publik Indonesia (FPPPI)
Jokowi menyambut para pengurus ormas dengan sambutan yang “penuh kekeluargaan” dan menekankan pentingnya persatuan nasional di masa transisi. Ia menekankan bahwa kelanjutan pembangunan harus tetap berkesinambungan tanpa terganggu oleh dinamika politik.
Pernyataan Jokowi menambah bobot diskusi tentang bagaimana ormas dapat menjadi jembatan antara pemerintah pusat dan masyarakat lokal. Ia menyoroti peran ormas dalam memperkuat nilai‑nilai kebangsaan, menjaga kestabilan sosial, serta mengawasi pelaksanaan kebijakan publik yang bersifat inklusif.
Darmizal menambahkan bahwa pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara elemen‑elemen masyarakat sipil dan kepemimpinan nasional. Ia menilai dukungan ormas dapat menjadi “penopang” bagi agenda reformasi dan program pembangunan yang telah direncanakan oleh pemerintahan Prabowo‑Gibran.
Selain pembahasan kebangsaan, para pimpinan ormas juga menyampaikan beberapa usulan konkret, antara lain peningkatan kualitas pendidikan melalui pelatihan guru, pengembangan infrastruktur logistik untuk memperlancar distribusi barang, serta pemberdayaan sektor pariwisata dan pertanian melalui program kemitraan strategis. Semua usulan tersebut disambut positif oleh Jokowi, yang berjanji akan meninjau dan mengintegrasikannya dalam rencana aksi pemerintah.
Silaturahmi ini juga menjadi ajang pertukaran pandangan mengenai tantangan keamanan dalam negeri, khususnya dalam konteks menjaga persatuan di tengah keberagaman. Jokowi menegaskan pentingnya peran ormas dalam mengedukasi anggota masyarakat tentang nilai toleransi dan kebangsaan.
Dengan berakhirnya pertemuan, Darmizal menegaskan kembali tekad ormas untuk “mengawal pemerintahan Prabowo‑Gibran” dengan cara yang konstruktif, menjaga stabilitas politik, dan memperkuat fondasi ekonomi yang inklusif. Ia menutup pertemuan dengan harapan bahwa kolaborasi ini akan menghasilkan kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat luas.
Secara keseluruhan, pertemuan antara Darmizal, delapan ketua ormas, dan Presiden Joko Widodo di Solo menandai langkah strategis dalam memperkuat jaringan sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat. Keberhasilan dialog ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi dialog serupa di masa mendatang, sekaligus memastikan bahwa transisi kepemimpinan tidak mengganggu kontinuitas pembangunan nasional.













