Back to Bali – 06 April 2026 | Jakarta, 5 April 2026 – Bulan Syawal 1447 H tengah berjalan dan banyak umat Islam di Indonesia menantikan kepastian tanggal berakhirnya bulan suci ini. Menurut kalender resmi yang dikeluarkan pemerintah serta konfirmasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan perbedaan kecil dengan kalender Muhammadiyah, bulan Syawal akan berakhir pada 18 April 2026. Informasi ini penting bagi mereka yang ingin menunaikan puasa enam hari sunnah di akhir Ramadan serta melaksanakan amalan-amalan khusus di bulan Syawal.
Posisi Tanggal Hari Ini dalam Kalender Hijriah
Pada hari Minggu, 5 April 2026, kalender Masehi bertepatan dengan tanggal 16 Syawal 1447 H. Ini menandakan bahwa bulan Syawal sudah berada di pertengahan, dan masih terdapat sekitar dua minggu sebelum bulan ini berakhir. Bagi yang belum sempat menyelesaikan puasa enam hari Syawal, masih ada cukup waktu untuk melaksanakannya sebelum tanggal 18 April.
Perbedaan Penetapan Antara Pemerintah dan Muhammadiyah
Kalender Hijriah di Indonesia biasanya mengacu pada dua versi utama: versi resmi pemerintah yang dikeluarkan oleh Badan Penyelenggara Urusan Agama (BPUA) dan versi yang disusun oleh Majelis Taklim Muhammadiyah. Kedua versi tersebut menggunakan metode hilal (pengamatan bulan) yang dapat menghasilkan perbedaan satu atau dua hari dalam penentuan awal dan akhir bulan. Pada tahun 2026, perbedaan tersebut tidak signifikan; kedua kalender sepakat bahwa 1 Syawal jatuh pada 4 April 2026, sehingga akhir bulan (29 atau 30 Syawal) berada pada 18 April 2026.
Jadwal Lengkap Syawal 1447 H
- 1 Syawal – 4 April 2026
- 5 Syawal – 8 April 2026
- 10 Syawal – 13 April 2026
- 15 Syawal – 18 April 2026
- 18 Syawal (hari terakhir) – 21 April 2026 (menurut versi 30‑hari)
Secara umum, mayoritas kalender mengindikasikan bahwa bulan Syawal berakhir pada 18 April 2026 (hari ke‑29). Jika ada penambahan satu hari (bulan 30 hari), maka akhir bulan akan berpindah ke 19 atau 20 April. Namun, konfirmasi akhir dari otoritas agama setempat biasanya diumumkan menjelang akhir bulan.
Amalan Penting di Bulan Syawal
Syawal dikenal sebagai bulan yang penuh keberkahan, terutama karena terdapat tradisi puasa enam hari setelah Idul Fitri. Puasa Syawal dipercaya dapat menambah pahala puasa Ramadan sepuluh kali lipat bila dilaksanakan dengan niat yang tulus. Selain itu, umat dianjurkan untuk memperbanyak shalat sunnah, membaca Al‑Qur’an, serta bersedekah pada hari-hari pertama bulan ini.
Berikut beberapa amalan yang disarankan:
- Puasa enam hari berturut‑turut atau tidak berurutan, dimulai dari 1 Syawal hingga 6 Syawal.
- Shalat malam (Tahajjud) pada malam-malam pertama Syawal.
- Membaca Surat Al‑Kawthar secara rutin sebagai pengingat akan nikmat Allah.
- Memberikan sedekah kepada fakir miskin, terutama pada hari pertama Syawal yang disebut “Hari Syawal” dalam beberapa tradisi.
- Mengulang niat puasa Ramadan di akhir bulan Syawal sebagai bentuk syukur.
Tips Memastikan Tanggal Hijriah yang Akurat
Karena perbedaan kecil antara kalender pemerintah dan Muhammadiyah, umat disarankan untuk:
- Mengecek pengumuman resmi BPUA atau Majelis Ulama setempat setiap minggu.
- Memperhatikan hasil pengamatan hilal yang biasanya disiarkan melalui media televisi nasional dan portal resmi Kementerian Agama.
- Menyesuaikan jadwal ibadah pribadi dengan kalender yang paling relevan bagi komunitas masing‑masing.
Dengan mengikuti panduan ini, umat dapat memastikan bahwa ibadah yang bersifat waktu tidak terlewat dan tetap berada dalam kerangka yang sesuai dengan syariat.
Kesimpulannya, bulan Syawal 1447 H diperkirakan akan berakhir pada 18 April 2026, memberikan ruang dua minggu bagi umat untuk menunaikan puasa enam hari sunnah serta amalan-amalan lain yang dianjurkan. Mengingat perbedaan kecil antara kalender pemerintah dan Muhammadiyah, penting untuk selalu memantau pengumuman resmi demi memastikan keakuratan tanggal Hijriah.













