Back to Bali – 07 April 2026 | Jakarta, 6 April 2026 – Pengacara ternama Hotman Paris kembali menjadi sorotan publik setelah ia meluncurkan pernyataan dukungan tegas kepada mantan vokalis Ratu, Pinkan Mambo, yang sempat menjadi bahan perbincangan hangat karena aksi mengamen di pinggir jalan. Dalam video singkat yang diunggah di akun Instagram resmi @hotmanparisofficial, Hotman menegaskan bahwa kegiatan mengamen merupakan pekerjaan halal yang patut dihargai, sekaligus menyindir keras para netizen yang mengkritik Pinkan.
Video tersebut menampilkan Hotman dengan pakaian kasual, kaus merah dan celana jins biru tua, duduk santai di sebuah kedai kopi waralaba. Ia membuka pernyataan dengan sapaan, “Halo, kamu-kamu yang menghujat Pinkan Mambo di media, gara-gara Pinkan Mambo ngamen di pinggir jalan. Kau yang menghujat adalah manusia yang enggak tahu diri.” Ia menambahkan, “Orang bekerja keras dengan halal, di mana salahnya?” Pernyataan itu langsung viral, menambah intensitas debat mengenai moralitas kerja informal di era digital.
Alasan Hotman Membela Pinkan Mambo
Pinkan Mambo menjadi viral setelah menyiarkan aksi mengamen secara langsung di TikTok, menampilkan dirinya bernyanyi, menari, bahkan berbaring di tepi jalan. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut dilakukan untuk menutupi biaya pengobatan putranya yang sakit parah serta kebutuhan keluarga. Meskipun video tersebut menghasilkan puluhan juta rupiah, pendapatan tersebut tidak stabil, menimbulkan pro‑kontra di kalangan publik.
Hotman menyoroti tiga poin utama dalam pembelaannya:
- Halalnya pekerjaan: Menurut Hotman, setiap usaha yang tidak melanggar hukum syariah atau perundang‑undangan adalah sah, termasuk mengamen.
- Kewajiban sosial: Ia menekankan bahwa masyarakat seharusnya lebih menghargai mereka yang berjuang mencari nafkah dengan cara yang tersedia, bukan mencela.
- Pengaruh media sosial: Hotman mengkritik pihak-pihak yang menilai pekerjaan berdasarkan citra semata, bukan realitas ekonomi yang dihadapi.
“Daripada orang‑orang yang menjual diri, bergaya tas Hermes tapi pemberian si koko, jadi, Pinkan Mambo, Hotman mendukung kamu,” ujarnya sambil menambahkan harapan agar Pinkan diundang untuk bernyanyi lagi di pinggir jalan, menandakan dukungan moral yang kuat.
Kasus Amsal Sitepu yang Membuat Hotman ‘Pusing’
Di sela‑sela pembelaannya kepada Pinkan, Hotman juga menyinggung kasus lain yang tengah menggelitik kepalanya: Amsal Sitepu. Amsal, seorang pengusaha muda yang belakangan ini terjerat perselisihan hukum terkait kontrak bisnis, menimbulkan perdebatan luas di kalangan pengacara. Hotman mengungkapkan bahwa ia “pusing” melihat bagaimana kasus tersebut berkembang, mengingat kompleksitas hukum bisnis dan dampaknya pada pelaku usaha kecil.
Ia menekankan pentingnya transparansi dan kepatuhan hukum dalam setiap transaksi, serta mengingatkan bahwa “pekerjaan yang halal tidak hanya soal cara memperoleh uang, melainkan juga tentang cara menjalankan bisnis dengan integritas.” Pernyataan ini menegaskan konsistensi sikap Hotman dalam menilai segala bentuk kerja, baik di jalanan maupun dalam koridor korporasi.
Reaksi Publik dan Dampak Sosial
Reaksi publik terbagi antara yang mengapresiasi keberanian Hotman membela Pinkan dan yang mengkritik keterlibatannya dalam urusan hiburan. Beberapa pengguna media sosial menilai bahwa pengacara terkenal seharusnya fokus pada kasus hukum besar, bukan mengomentari aksi ngamen. Namun, mayoritas netizen memuji Hotman karena mengangkat isu keadilan sosial dan mematahkan stigma negatif terhadap pekerja informal.
Para ahli sosiologi menilai bahwa pernyataan Hotman dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menghargai semua bentuk pekerjaan, terutama di masa ekonomi yang tidak menentu. “Ketika tokoh publik memberi dukungan pada pekerja informal, itu memberi sinyal kuat bahwa kerja keras, sekecil apapun, layak dihargai,” ujar Dr. Siti Rahma, dosen sosiologi Universitas Indonesia.
Langkah Selanjutnya
Hotman Paris menyatakan kesiapannya untuk terus mengadvokasi hak‑hak pekerja informal serta memantau perkembangan kasus Amsal Sitepu. Ia menutup pernyataan dengan harapan agar masyarakat dapat lebih memahami nilai kerja halal dan menghindari penilaian sepihak.
Dengan sorotan media yang terus mengalir, perdebatan tentang etika kerja, legitimasi media sosial, dan integritas hukum tampaknya belum berakhir. Hotman Paris, dengan karisma dan pengaruhnya, tetap menjadi figur sentral yang mampu menggerakkan opini publik menuju pemahaman yang lebih inklusif.













