Back to Bali – 08 April 2026 | NASA kembali mencuri perhatian publik dengan sebuah momen tak terduga yang menghubungkan dunia fiksi ilmiah dengan penjelajahan luar angkasa nyata. Saat kru Artemis II melakukan penerbangan kembali ke Bumi setelah melakukan flyby bulan yang bersejarah, Mission Control menanggapi deskripsi mereka tentang pemandangan bulan dengan mengutip kalimat ikonik dari film Project Hail Mary, “Amaze! Amaze! Amaze!”.
Kejadian tersebut terjadi pada 7 April 2026, ketika komandan Reid Wiseman, bersama rekan-rekannya Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen, melaporkan ke NASA tentang keindahan bulan yang tampak hampir penuh di balik kaca jendela ketiga, sementara Bumi terlihat sebagai bulan sabit kecil di jendela keempat. Wiseman berkata, “Itu memberi kami skala terbesar yang pernah kami lihat; bulan tampak tiga sampai empat kali lebih besar dari Bumi.”
Reaksi Mission Control dan Penggemar
Menanggapi laporan Wiseman, petugas di pusat pengendalian NASA mengirimkan balasan singkat yang sekaligus menjadi lelucon: “Amaze! Amaze! Amaze! Terima kasih, Reid.” Kalimat tersebut merupakan catchphrase alien ramah bernama Rocky, yang ditemui oleh ilmuwan Ryland Grace dalam novel dan film Project Hail Mary yang dibintangi Ryan Reynolds. Balasan ini langsung memicu riuhnya komentar di media sosial, dengan para penggemar mengungkapkan kegembiraan mereka atas perpaduan antara fiksi dan fakta ilmiah.
Seorang netizen menulis, “Ketika tim NASA menggunakan kutipan film fiksi ilmiah, itu tak ternilai harganya!” Sementara yang lain menambahkan, “Ini membuat saya sangat bahagia, lebih dari yang seharusnya.”
Hubungan Astronot dengan Film dan Buku
Kru Artemis II memang dikenal sebagai penggemar berat Project Hail Ryan. Sebelum peluncuran, mereka menonton pemutaran khusus film tersebut bersama keluarga selama masa karantina. Jeremy Hansen, yang berbicara dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh Canadian Space Agency, menyatakan bahwa film tersebut membantu mempersiapkan mental mereka untuk “petualangan luar angkasa sendiri”. “Seni meniru ilmu pengetahuan dan sebaliknya,” kata Hansen. “Contoh inspiratif ini menunjukkan bagaimana seseorang dapat menyelamatkan umat manusia, dan itu menjadi contoh luar biasa yang dapat kita ikuti.”
Tak hanya kru, tim produksi film juga menjalin hubungan dengan NASA. Pada awal tahun 2026, Ryan Gosling dan tim di balik adaptasi Project Hail Mary mengunjungi Jet Propulsion Laboratory (JPL) untuk berdiskusi tentang sinergi antara sains dan pembuatan film. Kunjungan tersebut menegaskan bahwa karya fiksi ilmiah kini menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya antariksa modern.
Catatan Rekor Artemis II
Selama penerbangan, kapsul Orion mencapai jarak maksimum 252.756 mil (406.771 km) dari Bumi, melampaui jarak yang pernah dicapai misi Apollo sebelumnya. Flyby bulan dilakukan pada ketinggian 41.072 mil (66.098 km) di atas permukaan bulan, menjadikannya salah satu pencapaian teknis terbesar dalam sejarah penerbangan manusia.
Para astronaut secara bergantian melaporkan kondisi visual mereka ke pusat pengendalian, memberikan gambaran yang menakjubkan tentang skala dan keindahan kosmos. Deskripsi mereka, dipadukan dengan kutipan fiksi, menambah dimensi emosional pada pencapaian ilmiah ini.
Kesimpulan
Momen NASA mengutip “Amaze! Amaze! Amaze!” dalam berkomunikasi dengan kru Artemis II menunjukkan betapa kuatnya pengaruh budaya pop terhadap dunia sains. Kutipan tersebut tidak hanya menghidupkan suasana hati para astronaut, tetapi juga menginspirasi jutaan orang di bumi untuk melihat luar angkasa dengan rasa takjub yang lebih dalam. Dengan menggabungkan elemen hiburan dan penjelajahan ruang, NASA berhasil menciptakan sebuah narasi yang menghubungkan generasi penonton film fiksi ilmiah dengan generasi penjelajah nyata, menegaskan bahwa imajinasi dan pengetahuan dapat berjalan beriringan dalam menaklukkan batas-batas alam semesta.













