Back to Bali – 08 April 2026 | Jakarta, 8 April 2026 – Penyanyi dan selebriti media sosial Rachel Vennya kembali menjadi sorotan publik setelah mengungkapkan serangkaian kelalaian mantan suaminya, Niko Al Hakim atau yang lebih dikenal dengan nama Okin. Menurut keterangan kuasa hukum Rachel, Sangun Ragahdo, Okin tidak lagi menunaikan kewajiban nafkah bagi dua buah hati mereka sejak tahun 2021 dan sekaligus berencana menjual rumah yang semula diperuntukkan bagi keluarga secara tertutup.
Latar Belakang Konflik
Perseteruan antara Rachel dan Okin bermula dari pernyataan Rachel pada awal April yang menyoroti niat Okin menjual properti rumah yang sebelumnya disepakati menjadi tempat tinggal anak-anak. Rumah tersebut, yang terletak di kawasan elit Jakarta Selatan, semula menjadi jaminan bagi masa depan anak, namun kini menjadi bahan perdebatan terkait tanggung jawab finansial pasca perceraian.
Kronologi Penghentian Nafkah
Sangun Ragahdo menjelaskan bahwa sejak perceraian pada akhir 2020, Okin mulai mengurangi pembayaran nafkah. Pada tahun 2021, Okin tidak memberikan nafkah selama tiga bulan berturut‑turut. Pada tahun berikutnya, 2022, keterlambatan semakin parah hingga tercatat enam bulan tanpa pembayaran. Pada tahun 2023, menurut pernyataan sang kuasa hukum, Okin sepenuhnya menghentikan semua bentuk nafkah kepada kedua anak.
“Sepemahaman saya, tidak ada lagi mengirim nafkah tiga tahun lalu. Tapi, hal ini masih harus di‑crosscheck ya,” ujar Ragahdo dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan di kanal YouTube Cumicumi.
Kesepakatan Rumah dan Penafsiran Nafkah
Dalam upaya menyelesaikan masalah keuangan, Rachel dan Okin sempat membuat kesepakatan tertulis. Rumah yang dimiliki bersama akan menjadi hak Rachel, sementara cicilan KPR tetap menjadi tanggung jawab Okin. Okin kemudian berargumen bahwa pembayaran cicilan rumah sudah cukup untuk menggantikan kewajiban nafkah anak.
Namun, realita tidak berjalan mulus. Beberapa bulan setelah kesepakatan, Okin mengalami tunggakan pada pembayaran cicilan KPR. Rachel kemudian terpaksa mengambil alih beban cicilan tersebut demi menjaga kestabilan keuangan rumah dan menghindari penyitaan.
Rencana Penjualan Rumah Secara Tertutup
Di tengah ketegangan, Rachel mengungkapkan bahwa Okin berencana menjual rumah tersebut tanpa sepengetahuan Rachel. Rencana penjualan ini, menurut Rachel, akan dilakukan secara diam‑diam melalui pihak ketiga, yang berpotensi merugikan hak kepemilikan Rachel serta kesejahteraan anak-anak.
Rachel menegaskan bahwa penjualan rumah tanpa persetujuan bersama melanggar perjanjian yang telah disepakati sebelumnya, sekaligus menambah beban emosional bagi kedua orang tua yang tengah berjuang mempertahankan hak asuh dan kebutuhan anak.
Reaksi Publik dan Langkah Hukum
Pengungkapan ini segera memicu perbincangan hangat di media sosial. Netizen membagi pendapat antara simpati terhadap Rachel yang dianggap berjuang demi anak-anaknya, hingga kritik terhadap Okin yang dinilai mengabaikan tanggung jawab sebagai ayah.
Kuasa hukum Rachel telah menyatakan kesiapan untuk menempuh jalur hukum guna menegakkan hak nafkah serta mencegah penjualan rumah secara sepihak. Sementara itu, pihak Okin belum memberikan komentar resmi terkait tuduhan tersebut.
Kasus ini menyoroti pentingnya kepastian hukum dalam penyelesaian sengketa nafkah pasca perceraian, terutama bagi pasangan selebriti yang asetnya sering kali menjadi sorotan publik.
Dengan adanya bukti percakapan dan pernyataan saksi hukum, proses peradilan diperkirakan akan berjalan intensif dalam beberapa minggu ke depan. Rachel Vennya berharap agar putra‑putrinya tetap dapat menikmati kehidupan yang layak tanpa harus terbebani oleh perselisihan orang tua.
Situasi ini juga menjadi peringatan bagi pasangan yang tengah menjalani proses perceraian untuk menyusun perjanjian keuangan yang jelas dan dapat dipantau secara transparan, guna menghindari konflik berlarut‑larut yang berpotensi merugikan anak.













