5 Detail Mengejutkan di MV ‘Hooligan’ BTS yang Sering Terlewat – Siapa Model di Baliknya?

Back to Bali – 09 April 2026 | BTS kembali menggebrak dunia musik dengan meluncurkan video musik (MV) berjudul “Hooligan” pada 7 April 2026. MV..

2 minutes

Read Time

5 Detail Mengejutkan di MV 'Hooligan' BTS yang Sering Terlewat – Siapa Model di Baliknya?

Back to Bali – 09 April 2026 | BTS kembali menggebrak dunia musik dengan meluncurkan video musik (MV) berjudul “Hooligan” pada 7 April 2026. MV ketiga dari album ARIRANG ini menampilkan estetika distopia yang gelap, menandakan evolusi visual yang signifikan dibandingkan dengan SWIM dan 2.0. Meskipun durasinya singkat, “Hooligan” menyimpan sejumlah detail halus yang mudah terlewatkan, mulai dari simbolisme visual hingga kehadiran figur perempuan yang memiliki profil menonjol di industri fashion dan seni bela‑diri Korea.

1. Latar Dunia Distopia yang Menggugah

Berbeda dari nuansa cerah pada MV sebelumnya, “Hooligan” menampilkan setting dunia pasca‑apokaliptik. Platform merah yang menjulang, istana runtuh, serta penari bertopeng menambah kesan ketidakstabilan. Adegan-adegan ini tidak hanya berfungsi sebagai latar, melainkan juga mencerminkan tema pemberontakan yang lebih matang, mengingatkan penonton pada visual “Not Today” namun dengan palet warna yang lebih suram.

2. Referensi Visual ke MV‑MV BTS Lama

Pencinta BTS akan menemukan banyak easter egg yang mengacu pada karya‑karya sebelumnya. Misalnya, kerumunan massa yang berbaris di area parkir mengingatkan pada “Not Today”, sementara adegan solo RM di lorong gelap memiliki kemiripan dengan “FIRE”. Selain itu, siluet lampu neon dan gerakan tari berirama meniru gaya “Spring Day” serta “Blood Sweat & Tears”. Referensi ini menegaskan konsistensi naratif visual grup sejak debut.

3. Penggunaan Warna Merah sebagai Simbol Perlawanan

Warna merah mendominasi hampir seluruh frame, baik pada platform, pakaian, maupun pencahayaan latar. Dalam konteks budaya Korea, merah sering dikaitkan dengan energi, keberanian, dan semangat. Penempatan warna ini secara sengaja menekankan pesan pemberontakan yang terbungkus dalam nuansa kelam, sekaligus menyatukan seluruh elemen visual menjadi satu narasi yang koheren.

4. Kehadiran Dua Tokoh Perempuan Berpengaruh

Di antara para penari, dua sosok perempuan menonjol: Park Soo‑Joo, supermodel Korea‑Amerika berusia 40 tahun, dan So Hyun, penari geommu (pedang tradisional) yang pernah meraih juara 1 di World Martial Arts Olympia 2017. Park Soo‑Joo menjadi duta global pertama asal Asia untuk L’Oréal, menjadikannya figur ikonik di dunia fashion. Sementara So Hyun memperkenalkan seni bela‑diri tradisional Korea kepada penonton internasional, menambah dimensi budaya dalam MV.

5. Koreografi dan Simbolisme Gerakan Pedang

Gerakan tari yang melibatkan pedang tradisional bukan sekadar estetika. So Hyun menampilkan teknik geommu yang menekankan keseimbangan dan ketahanan, selaras dengan tema perjuangan melawan penindasan. Gerakan ini berulang pada momen-momen puncak, menandakan titik balik emosional dalam narasi visual, dan memberi penonton interpretasi baru tentang arti sejati seorang “hooligan” dalam konteks pemberontakan yang terarah.

Secara keseluruhan, MV “Hooligan” tidak hanya menyajikan musik dan tarian, melainkan juga lapisan narasi visual yang kompleks. Dari latar distopia, referensi ke karya lama, penggunaan warna simbolik, hingga kehadiran dua tokoh perempuan yang mewakili kekuatan mode dan budaya tradisional, semua elemen tersebut berkontribusi pada pengalaman menonton yang lebih kaya. Bagi penggemar yang ingin menggali makna lebih dalam, menyoroti lima detail di atas menjadi langkah awal untuk memahami pesan yang ingin disampaikan BTS melalui karya seni mereka yang terus berevolusi.

About the Author

Marshauwn Marshauwn Agatho Avatar