Back to Bali – 09 April 2026 | Jumat, 12 April 2026 – Al‑Ittihad Jeddah kembali menjadi sorotan setelah penampilan dramatis melawan Neom SC pada putaran ke‑29 Liga Roshen Saudi. Penyerang asal Maroko, Youssef El‑Nassiri, mencetak dua gol (brace) meski klubnya harus menelan kekalahan tipis 3‑4. Dalam sebuah wawancara eksklusif bersama saluran “Thamaniya”, El‑Nassiri tidak hanya mengulas performanya, tetapi juga menyampaikan janji kuat kepada suporter dan menegaskan komitmen tim menjelang fase kualifikasi AFC Champions League Elite melawan Al‑Wahda dari Uni Emirat Arab.
Analisis Pertandingan Al‑Ittihad vs Neom SC
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Pangeran Abdullah Al‑Faisal, Jeddah, menampilkan aksi cepat dan taktik agresif dari kedua tim. Neom SC membuka keunggulan lebih dulu, namun Al‑Ittihad berhasil menyamakan kedudukan berkat gol pembuka El‑Nassiri pada menit ke‑12. Gol kedua El‑Nassiri tercipta pada menit ke‑28 setelah serangan balik yang memanfaatkan celah pertahanan Neom, menjadikan skor menjadi 2‑2.
Sayangnya, fokus tim menurun pada paruh kedua. Neom SC memanfaatkan kesalahan pertahanan Al‑Ittihad dan mencetak dua gol tambahan, sementara Al‑Ittihad hanya mampu menambah satu gol pada menit ke‑78 melalui tendangan bebas. Hasil akhir 3‑4 menjadi catatan pahit, namun El‑Nassiri menilai performa individu dan kolektif tetap positif.
Pernyataan Youssef El‑Nassiri Pasca Pertandingan
- “Saya mengucapkan terima kasih kepada para pendukung yang hadir bersama kami, dan kepada para pemain yang telah memberikan segalanya. Kami berusaha untuk membalikkan keadaan, tetapi kami tidak berhasil melakukannya.”
- “Kami kurang fokus dalam pertandingan ini. Mereka memanfaatkan celah yang kami miliki dan mencetak dua gol darinya. Memang benar kami berhasil mengejar ketertinggalan dan mencetak gol ketiga, tetapi fokuslah yang kurang dari kami.”
- “Saya sangat senang berada di klub Al‑Ittihad, ini adalah klub yang sangat besar, dan saya berterima kasih kepada mereka atas sambutan yang mereka berikan kepada saya sejak hari pertama, dan kami akan memberikan yang terbaik dalam pertandingan-pertandingan mendatang untuk meraih hasil yang positif.”
El‑Nassiri menambahkan bahwa brace ini merupakan gol pertamanya bersama Al‑Ittihad sejak kepindahannya dari Fenerbahçe pada akhir 2025, dan menjadi bukti adaptasinya yang cepat di Liga Roshen.
Persiapan Menuju AFC Champions League Elite
Setelah kekalahan melawan Neom, fokus utama Al‑Ittihad beralih ke kompetisi internasional. Tim akan berhadapan dengan Al‑Wahda pada Selasa mendatang dalam babak 16 besar AFC Champions League Elite. Pertandingan ini diprediksi akan menjadi ujian keras mengingat performa solid Al‑Wahda di Liga Pro Uni Emirat Arab.
Pelatih Al‑Ittihad, yang belum disebutkan dalam sumber, diyakini akan memperbaiki aspek konsentrasi tim, terutama dalam mengelola transisi pertahanan ke serangan. Latihan terakhir yang dilaporkan menekankan pada skema pressing tinggi dan pergerakan tanpa bola, strategi yang diharapkan dapat memaksimalkan potensi El‑Nassiri dan rekan sepenyerangnya.
Statistik Kunci dan Dampak Brace El‑Nassiri
| Statistik | Al‑Ittihad | Neom SC |
|---|---|---|
| Posisi Akhir Liga Roshen (saat ini) | 5 | 3 |
| Gol Dicetak | 3 | 4 |
| Gol El‑Nassiri | 2 | – |
| Gol Tersisa di Musim Ini | 7 | 5 |
Brace El‑Nassiri tidak hanya menambah jumlah gol pribadi, tetapi juga meningkatkan moral tim menjelang laga penting. Dengan rata‑rata 1,5 gol per pertandingan dalam lima laga terakhir, Al‑Ittihad berharap dapat mengubah dinamika permainan menjadi lebih ofensif.
Harapan Suporter dan Langkah Kedepan
Suporter Al‑Ittihad, yang dikenal dengan sebutan “The Tigers”, menyatakan dukungan penuh meski hasil akhir melawan Neom kurang memuaskan. Di media sosial, mereka menyoroti semangat juang El‑Nassiri dan menantikan penampilan gemilang di kompetisi AFC.
Menutup wawancara, El‑Nassiri menegaskan bahwa tim tidak akan menyerah pada kekalahan, melainkan akan memperkuat mentalitas kemenangan. Dengan kombinasi pengalaman lokal dan bakat internasional, Al‑Ittihad menargetkan setidaknya melaju ke semifinal AFC Champions League Elite, sekaligus memperbaiki posisi klasemen Liga Roshen untuk mengejar gelar juara domestik.
Jika tim mampu mengeksekusi strategi yang telah direncanakan, serta menjaga konsistensi fokus di setiap menit pertandingan, Al‑Ittihad berpotensi kembali mengukir prestasi besar di kancah sepakbola Asia.













