Back to Bali – 09 April 2026 | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah siswa SMPN 1 Dayeuhkolot mengembalikan paket makanan karena mengeluarkan bau tak sedap.
Latar Belakang Program MBG
Sejak 2022, SPPG Citeureup menyalurkan makanan bergizi kepada 2.874 penerima manfaat di wilayah Kecamatan Dayeuhkolot, mencakup pelajar dari berbagai jenjang serta warga yang mengikuti posyandu. Menu harian biasanya terdiri atas nasi putih, lauk utama, sayur, dan buah segar.
Kejadian Pengembalian Makanan
Pada Selasa, 7 April 2026, siswa-siswa SMPN 1 Dayeuhkolot membuka paket MBG yang berisi nasi, ayam rendang, tempe orek, acar timun wortel, dan melon. Sekelompok siswa melaporkan aroma tidak sedap dan secara kolektif mengembalikan paket tersebut ke dapur SPPG.
- Nasi putih
- Ayam rendang
- Tempe orek
- Acar timun wortel
- Melon
Video singkat yang beredar di grup WhatsApp warga memperlihatkan reaksi siswa dan memicu perbincangan hangat di media sosial.
Respons SPPG dan Kepala Desa
Putra Angga, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Citeureup, menyampaikan permintaan maaf resmi pada Kamis, 9 April 2026. Ia mengakui adanya keluhan, menegaskan komitmen untuk memperbaiki proses produksi, penyimpanan, dan distribusi makanan agar tidak terulang kembali. “Kami bertanggung jawab penuh dan berkomitmen melakukan perbaikan menyeluruh,” ujar Putra Angga dalam pernyataan tertulis.
Inspeksi Forkopimcam dan Aparat Keamanan
Menanggapi keluhan, Camat Dayeuhkolot, Asep Suryadi, bersama Kapolsek Dayeuhkolot, AKP Triyono Raharja, dan perwakilan Babinsa Koramil 2407, melakukan inspeksi mendadak ke dapur SPPG pada Rabu, 8 April 2026. Pemeriksaan meliputi:
- Keamanan kebersihan area dapur
- Prosedur penyimpanan bahan baku
- Pengujian sampel makanan di Puskesmas Dayeuhkolot
Polisi melaporkan bahwa sampel makanan telah diambil untuk analisis laboratorium, sementara Kapolsek mengonfirmasi adanya laporan serupa sebelumnya dari warga.
Langkah Perbaikan dan Tindak Lanjut
Setelah inspeksi, SPPG berjanji melakukan beberapa perbaikan, antara lain:
- Peningkatan standar kebersihan dapur dengan pelatihan ulang staf
- Penerapan sistem kontrol suhu pada proses penyimpanan
- Pengecekan kualitas makanan secara berkala sebelum distribusi
- Pelaporan transparan hasil uji laboratorium kepada publik
Selain itu, Forkopimcam Dayeuhkolot berkomitmen melakukan pemantauan rutin dan mengaktifkan kanal pengaduan warga untuk mencegah kejadian serupa.
Kasus ini menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap program bantuan sosial, khususnya yang menyangkut gizi anak. Kejadian pengembalian MBG karena bau tak sedap tidak hanya mengganggu proses belajar mengajar, tetapi juga dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah. Dengan langkah perbaikan yang dijanjikan, diharapkan kualitas layanan MBG di Dayeuhkolot dapat pulih dan memberikan dampak positif bagi ribuan penerima manfaat.













