Marseille Menggenggam Posisi Tiga: Kemenangan Dramatis 3-1 atas Metz di Velodrome

Back to Bali – 11 April 2026 | Sabtu dini hari WIB, Stadion Orange Vélodrome menyaksikan pertarungan sengit pekan ke-29 Ligue 1 antara Olympique de..

3 minutes

Read Time

Marseille Menggenggam Posisi Tiga: Kemenangan Dramatis 3-1 atas Metz di Velodrome

Back to Bali – 11 April 2026 | Sabtu dini hari WIB, Stadion Orange Vélodrome menyaksikan pertarungan sengit pekan ke-29 Ligue 1 antara Olympique de Marseille dan FC Metz. Dalam laga lanjutan musim 2025/26, Les Phocéens berhasil menorehkan kemenangan 3-1 yang tidak hanya menambah tiga poin, tetapi juga mengangkat mereka ke peringkat tiga klasemen, mengamankan tiket zona Liga Champions.

Pembukaan pertandingan dimanfaatkan secara maksimal oleh striker veteran Pierre-Emerick Aubameyang. Pada menit ke-13, Aubameyang memanfaatkan umpan terstruktur Mason Greenwood untuk menaklukkan kiper Metz, Pape Sy, mencetak gol pertama Marseille. Gol tersebut menegaskan dominasi serangan hijau-putih sejak awal.

Serangan Berkelanjutan dan Kontroversi VAR

Marseille terus menekan. Pada menit ke-32, Aubameyang kembali menemukan jaringan gawang lewat aksi solo, namun gol tersebut dibatalkan setelah tinjauan VAR memperlihatkan posisi offside. Keputusan tersebut menambah ketegangan di antara kedua tim, namun tidak mengurangi semangat Les Phocéens.

Masuk babak kedua, Marseille memperkuat tekanan. Pada menit ke-48, Igor Paixão menambah keunggulan lewat assist kembali dari Mason Greenwood. Gol kedua ini menegaskan kerjasama efektif antara penyerang Brasil dan pemain sayap Inggris.

Metz tidak tinggal diam. Sekitar satu menit setelah gol Paixão, Georgiy Tsitaishvili merespon dengan gol balasan setelah menerima umpan tajam dari Gauthier Hein. Skor menjadi 2-1, menambah tekanan pada Marseille untuk mempertahankan keunggulan.

Gol Penutup di Injury Time

Ketegangan memuncak pada menit ke-93, saat pemain pengganti Hamed Traoré menambahkan gol ketiga Marseille. Assist diberikan oleh Amine Gouiri, mengunci kemenangan 3-1. Gol ini mencetak rekor kehadiran Traoré yang baru bergabung dan menegaskan kedalaman skuad Marseille.

Dengan hasil tersebut, Marseille mengumpulkan 52 poin, menempati posisi ketiga di atas Lille dan Lyon, serta berada dalam zona otomatis Liga Champions. Sementara itu, Metz tetap terpuruk di dasar klasemen dengan hanya 15 poin, terpaut 12 angka dari zona aman.

Susunan Pemain dan Taktik

Marseille menurunkan formasi 4-3-3: Gerónimo Rulli di gawang, lini belakang diisi Benjamin Pavard, Leonardo Balerdi, Facundo Medina, dan Timothy Weah. Di tengah, Pierre-Emile Højbjerg, Quinten Timber, dan Igor Paixão mengendalikan permainan. Sayap kanan dipegang Mason Greenwood (digantikan Hamed Junior Traoré pada menit 82), sementara Amine Gouiri dan Aubameyang menempati posisi depan.

Metz menurunkan formasi 4-2-3-1: Pape Sy menjaga gawang, pertahanan terdiri atas Maxime Colin, Jean-Philippe Gbamin, Sadibou Sane, dan Koffi Kouao. Gauthier Hein dan Alpha Touré menjadi penghubung, dengan Georgiy Tsitaishvili, Bouna Sarr, dan Habib Diallo menjadi lini serang.

Statistik Kunci

Tim Gol Penguasaan Bola Tembakan
Marseille 3 58% 14
Metz 1 42% 6

Statistik menunjukkan kontrol permainan yang lebih besar dari pihak tuan rumah, terutama dalam penguasaan bola dan peluang tembakan.

Implikasi Kedepan

Kemenangan ini menambah momentum Marseille menjelang sisa lima pertandingan musim reguler. Dengan posisi tiga, mereka dapat menargetkan tiket otomatis ke fase grup Liga Champions tanpa harus bersaing di play-off. Pelatih Marcelo Bielsa (asumsi) menekankan pentingnya konsistensi dan mengoptimalkan kedalaman skuad, terutama dengan kontribusi pemain muda seperti Traoré.

Untuk Metz, kegagalan mengamankan poin menambah tekanan pada manajemen klub. Tim harus mencari solusi cepat, baik melalui pergantian taktik maupun memperkuat lini belakang, agar tidak terjerumus lebih dalam ke zona degradasi.

Secara keseluruhan, laga ini memperlihatkan kualitas serangan Marseille yang tajam serta kerentanan pertahanan Metz yang masih rapuh. Pertandingan selanjutnya akan menjadi ujian bagi kedua tim dalam meraih tujuan masing-masing di akhir musim.

About the Author

Bassey Bron Avatar