Back to Bali – 11 April 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi perdagangan Jumat, 10 April 2026, dengan catatan kenaikan tajam 150,91 poin atau 2,05 persen, menguat ke level 7.458,50. Penguatan ini menandai kelanjutan tren positif sejak sesi pembukaan dan menjadikan IHSG berada di zona hijau pada akhir hari.
Pergerakan Utama IHSG dan LQ45
Selain IHSG, indeks LQ45 juga menunjukkan performa kuat, terbang naik 1,70 persen ke angka 746,47. Total nilai transaksi hari itu mencapai Rp 17,79 triliun, diperdagangkan melalui 42,32 miliar lembar saham dengan frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2,27 juta kali.
Daftar Saham Teratas
Top Gainers
- City (Natura City Developments) naik 34,72% (50 poin) ke 194
- WBSA (BSA Logistics Indonesia) naik 34,52% (58 poin) ke 226
- DIVA (Distribusi Voucher Nusantara) naik 34,51% (49 poin) ke 191
- OPMS (Optima Prima Metal Sinergi) naik 34,43% (42 poin) ke 164
- PADI (Minna Padi Investama Sekuritas) naik 29,00% (29 poin) ke 129
Top Losers
- KUAS (Ace Oldfields) turun 14,02% (23 poin) ke 141
- HDFA (Radana Bhaskara Finance) turun 9,84% (12 poin) ke 110
- MSKY (MNC Sky Vision) turun 6,19% (6 poin) ke 91
- IPAC (Era Graharealty) turun 6,02% (10 poin) ke 156
- CTTH (Citatah) turun 5,68% (5 poin) ke 83
Top Value (Market Capitalization)
- BBRI (Bank Rakyat Indonesia) – Rp 1,17 triliun
- BBCA (Bank Central Asia) – Rp 1,10 triliun
- BUMI (Bumi Resources) – Rp 911,37 miliar
- CUAN (Petrindo Jaya Kreasi) – Rp 758,91 miliar
- BNBR (Bakrie & Brothers) – Rp 734,56 miliar
Top Volume
- BNBR (Bakrie & Brothers) – 50,28 juta lembar
- BUMI (Bumi Resources) – 36,65 juta lembar
- GOTO (GoTo Gojek Tokopedia) – 33,26 juta lembar
- PADI (Minna Padi Investama Sekuritas) – 24,97 juta lembar
- BIPI (Astrindo Nusantara Infrastruktur) – 14,73 juta lembar
Kurs Rupiah
Nilai tukar rupiah pada penutupan sore ini berada di level Rp 17.090 per dolar Amerika Serikat, melemah 13 poin atau 0,08 persen dibandingkan harga pembukaan pagi tadi yang berada di Rp 17.077.
Pergerakan Bursa Asia Regional
Data yang dihimpun dari Stockbit dan Yahoo Finance menunjukkan bahwa pasar saham di kawasan Asia secara keseluruhan bergerak positif. Indeks-indeks utama mencatat penguatan sebagai berikut:
- Nikkei 225 (Jepang) naik 1,83% ke 56.924,11
- Hang Seng (Hong Kong) naik 0,55% ke 25.893,54
- SSE Composite (China) naik 0,50% ke 3.986,22
- Straits Times (Singapura) naik 0,15% ke 4.984,63
Analisis dan Implikasi
Kenaikan IHSG yang signifikan dipicu oleh kombinasi faktor eksternal dan internal. Di sisi luar, sentimen positif di pasar Asia memberikan dorongan likuiditas dan meningkatkan optimisme investor terhadap pertumbuhan regional. Di dalam negeri, laporan keuangan kuartal pertama sejumlah perusahaan unggulan menunjukkan hasil lebih baik dari perkiraan, khususnya di sektor logistik, properti, dan teknologi, yang tercermin dalam pergerakan saham top gainers.
Namun, pelemahan rupiah menandakan adanya tekanan inflasi dan ketidakpastian kebijakan moneter yang masih perlu dipantau. Meskipun nilai tukar mengalami penurunan kecil, dampaknya terhadap nilai portofolio saham yang memiliki eksposur terhadap impor masih terbatas, mengingat mayoritas pergerakan hari ini didorong oleh saham-saham domestik.
Secara keseluruhan, pasar modal Indonesia tampak berada pada fase bullish yang kuat, didukung oleh likuiditas tinggi, volume perdagangan aktif, dan aliran dana asing yang kembali mengincar peluang pertumbuhan di Asia Tenggara. Investor disarankan tetap berhati-hati dalam memilih sektor, memperhatikan fundamental perusahaan, dan memantau kebijakan moneter untuk menghindari volatilitas yang tiba‑tiba.













