Back to Bali – 11 April 2026 | NASA berhasil menutup babak penting dalam eksplorasi ruang angkasa dengan selesainya misi Artemis II pada Jumat malam, 10 April 2026. Empat astronot yang mengendalikan kapsul Orion bernama “Integrity” berhasil melakukan splashdown darurat di perairan lepas pantai San Diego, menandai kembalinya manusia ke lingkungan Bulan setelah lebih dari setengah abad.
Rekor- Rekor yang Dihancurkan
Misi ini tidak hanya menjadi penerus legasi Apollo, namun juga mencetak sejumlah rekor baru. Jarak terjauh yang dicapai manusia dari Bumi mencapai 406.771 km, melampaui rekor Apollo 13 sebesar 400.171 km. Selama perjalanan, kru menempuh total 1,1 juta kilometer mengelilingi Bulan.
- Victor Glover menjadi orang kulit hitam pertama yang meninggalkan orbit Bumi.
- Christina Koch menorehkan sejarah sebagai wanita pertama yang terbang mengelilingi Bulan.
- Jeremy Hansen, astronot Kanada, menjadi warga non‑Amerika pertama yang melakukan perjalanan ke luar angkasa jauh.
Pengalaman di Luar Angkasa
Selama fase flyby pada sisi jauh Bulan, para kru menyaksikan pemandangan yang belum pernah dilihat manusia selama lima puluh tahun. Kawah Orientale Basin tampak jelas, sementara variasi warna hijau dan coklat pada permukaan menimbulkan spekulasi ilmiah baru. Pada saat yang sama, dinamika orbital membuat Bulan menutupi Matahari, menghasilkan gerhana matahari total yang dapat dilihat selama 54 menit dari luar angkasa. “Hal itu benar‑benar memukau,” ujar Victor Glover.
Re‑entry berlangsung pada kecepatan Mach 33, setara dengan 24 000 mph, dan suhu luar angkasa mencapai 2 760 °C pada pelindung panas kapsul. Selama fase paling intens, komunikasi terputus selama beberapa menit sebelum parasut terbuka dan kecepatan turun menjadi 27 km/jam saat menyentuh air.
Prosedur Splashdown dan Respons Tim
Kapsul “Integrity” mendarat dengan mulus di Samudra Pasifik, didukung oleh kapal pemulihan USS John P. Muthra dan tim penyelamat angkatan laut Amerika Serikat. Administrator NASA, Jared Isaacman, menyatakan kebanggaan atas kerja keras tim internasional dan menegaskan komitmen “tidak akan pernah menyerah pada Bulan lagi.”
Lori Glaze, Manajer Program Artemis, menambahkan, “Kami mengirim empat orang luar biasa ke Bulan dan memulangkan mereka dengan selamat ke Bumi untuk pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun.”
Keberhasilan Artemis II membuka jalan bagi misi Artemis III yang direncanakan akan mendarat di permukaan Bulan, membangun basis permanen, dan memperluas kehadiran manusia di luar angkasa.
Kesimpulannya, Artemis II tidak hanya menorehkan rekor teknis dan historis, tetapi juga memperkuat tekad internasional untuk menjelajah lebih jauh. Dengan data ilmiah yang dikumpulkan, perspektif baru tentang geologi Bulan, serta pengalaman berharga dalam manuver kembali ke Bumi, NASA kini berada pada posisi yang lebih kuat untuk mewujudkan visi kembali ke Bulan dan, suatu hari, menapaki Mars.













