Eksklusif: Doni Salmanan Tampil Bawa Tas LV Usai Bebas, Istri Angkat Bicara soal Kekayaan

Back to Bali – 11 April 2026 | Doni Salmanan, mantan terdakwa kasus penipuan investasi opsi biner yang sempat dijatuhi hukuman delapan tahun penjara, kini..

3 minutes

Read Time

Eksklusif: Doni Salmanan Tampil Bawa Tas LV Usai Bebas, Istri Angkat Bicara soal Kekayaan

Back to Bali – 11 April 2026 | Doni Salmanan, mantan terdakwa kasus penipuan investasi opsi biner yang sempat dijatuhi hukuman delapan tahun penjara, kini kembali muncul di publik setelah dibebaskan secara bersyarat pada April 2026. Meskipun masa tahanan selama empat tahun di Lapas Kelas II A Jelekong, Bandung, mengurangi kebebasannya, penampilannya bersama istri, Dinan Fajrina, memicu perdebatan sengit di media sosial mengenai status keuangannya yang masih tampak melimpah.

Setelah keluar dari penjara, Doni langsung meluangkan waktu bersama keluarga, khususnya istri dan anaknya. Namun sorotan publik tak hanya berfokus pada kebersamaan keluarga, melainkan pada penampilan Doni yang kali ini menyertai tas branded LV berwarna coklat keemasan. Tas tersebut menjadi simbol utama dalam perbincangan netizen yang menilai, “Masih bisa beli tas mahal, padahal asetnya disita negara”.

Sejarah Kasus dan Penyitaan Aset

Kasus Doni Salmanan bermula pada 2022 ketika ia terjerat dalam skema penipuan investasi opsi biner melalui platform Quotex. Ribuan korban melaporkan kerugian yang mencapai total Rp7,5 miliar, termasuk uang tunai, dolar, properti mewah, tanah, dan kendaraan kelas atas. Pengadilan memutuskan agar seluruh aset tersebut disita dan diserahkan kepada negara sebagai ganti rugi.

Selama proses hukum, Doni sempat mengajukan banding, namun akhirnya dijatuhi hukuman penjara selama delapan tahun, yang dipotong menjadi empat tahun karena pertimbangan perilaku dan kerja sama dengan otoritas. Pada 11 April 2026, ia resmi dibebaskan secara bersyarat, menandai akhir masa tahanan yang panjang.

Kontroversi Tas LV dan Gadget Mahal

Setelah pembebasan, foto-foto Doni bersama istri di sebuah restoran mewah menyebar luas. Di antara sorotan visual, tas LV yang dibawa Doni menjadi titik fokus utama. Tas tersebut diperkirakan memiliki nilai belasan hingga puluhan juta rupiah, menimbulkan pertanyaan tentang sumber dana yang digunakan.

Selain tas, iPhone 17 yang dimiliki Doni juga menjadi perbincangan. Ponsel flagship terbaru dengan harga premium tersebut menegaskan persepsi publik bahwa Doni masih menikmati gaya hidup tinggi, meski aset-aset besar sebelumnya telah disita.

Pernyataan Dinan Fajrina

Menanggapi spekulasi netizen, Dinan Fajrina mengunggah cerita di Instagram Story pada 11 April 2026. Ia menegaskan bahwa semua uang Doni telah disita oleh negara, “Uang yang disembunyikan mulu yang dibahas. Capek,” tulisnya, menambahkan “Duitnya sudah disita kak, masuk ke tas negara.”

Dinan juga menolak tuduhan bahwa mereka menyembunyikan kekayaan. Ia mengklaim bahwa pendapatan keluarga kini berasal dari bisnis kerudung miliknya yang “terlaris nomor satu dan dua” di kategori hijab Paris. Menurutnya, penjualan kerudung tersebut memberikan aliran kas yang cukup untuk mendukung gaya hidup mereka tanpa mengandalkan dana hasil kejahatan.

Reaksi Netizen dan Analisis Publik

Netizen terbagi menjadi dua kubu. Sebagian menilai bahwa Doni memang berhasil menyembunyikan aset atau memiliki sumber pendapatan lain yang tidak transparan. Kelompok lainnya memberikan dukungan kepada Dinan, menghargai upaya wirausaha istri yang berhasil menghasilkan pendapatan stabil.

Pengamat hukum menekankan bahwa selama Doni masih berada dalam masa percobaan, ia wajib melaporkan setiap perubahan kondisi keuangan kepada otoritas. Jika terbukti ada penyembunyian aset, konsekuensi hukum dapat kembali menimpa dirinya.

Gaya Hidup Pasca Bebas

Meski dikecam, Doni kini tampak menyesuaikan perannya. Ia kerap muncul sebagai “asisten” istri, membantu mengelola toko online kerudung, serta ikut terlibat dalam promosi produk melalui media sosial. Perubahan peran ini dianggap sebagai upaya rehabilitasi dan menyesuaikan diri dengan realitas pasca hukuman.

Namun, kehadiran tas LV dan iPhone terbaru tetap menjadi simbolik. Bagi sebagian kalangan, ini menunjukkan bahwa meski aset utama disita, jaringan finansial atau sumber pendapatan alternatif memungkinkan Doni tetap berpenampilan mewah.

Secara keseluruhan, kasus Doni Salmanan menggarisbawahi tantangan penegakan hukum dalam mengamankan aset hasil kejahatan, serta menyoroti dinamika persepsi publik terhadap figur publik yang pernah terjerat kasus penipuan besar. Ke depan, pengawasan terhadap penggunaan dana hasil bisnis istri serta transparansi keuangan Doni akan menjadi kunci untuk menilai apakah ia benar-benar “dimiskinkan” atau masih menyimpan sumber daya tersembunyi.

About the Author

Bassey Bron Avatar