Back to Bali – 13 April 2026 | Yenna Yuniana, sosok yang jarang terdengar namanya di antara warga RT setempat, kini menjadi sorotan nasional setelah berhasil memenangkan tender motor listrik MBG. Keberhasilan ini menimbulkan pertanyaan: siapa sebenarnya wanita yang menapaki jejak bisnis energi bersih ini?
Latar Belakang dan Awal Karier
Yenna lahir dan besar di sebuah kawasan pinggiran kota, dimana keluarganya hidup sederhana. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia memutuskan melanjutkan studi di bidang teknik elektro di sebuah universitas swasta. Selama kuliah, ia terlibat aktif dalam organisasi mahasiswa yang fokus pada inovasi energi terbarukan.
Setelah lulus, Yenna memulai kariernya sebagai teknisi di sebuah perusahaan distributor peralatan listrik. Pengalaman ini memberinya wawasan mendalam tentang pasar kendaraan listrik yang mulai berkembang di Indonesia.
Transformasi dari Kos‑Kosan menjadi Pengusaha
Pada awal 2020, ia menempati sebuah kos‑kosan di daerah yang kemudian dikenal sebagai “gedung putih” karena dindingnya dicat putih bersih. Di sinilah ia merancang prototipe motor listrik pertama yang nantinya menjadi basis bagi perusahaan MBG (Motor Bertenaga Generasi).
Dengan modal terbatas, Yenna mengandalkan jaringan alumni dan beberapa investor mikro yang tertarik pada konsep kendaraan ramah lingkungan. Selama dua tahun, ia mengembangkan tiga varian motor listrik yang menonjolkan efisiensi baterai dan biaya produksi yang kompetitif.
Menang Tender MBG: Proses dan Tantangan
Pada pertengahan 2022, pemerintah daerah mengumumkan tender untuk penyediaan motor listrik bagi layanan transportasi umum. Tender tersebut menarik ratusan perusahaan, termasuk pemain besar yang telah lama beroperasi di sektor otomotif.
Yenna memanfaatkan keunggulan teknis produk‑produk MBG, seperti sistem manajemen baterai cerdas yang memperpanjang umur pakai hingga 30 persen lebih lama dibanding standar industri. Timnya juga menyiapkan proposal yang menekankan aspek keberlanjutan dan dukungan purna jual yang responsif.
Setelah proses evaluasi yang ketat, MBG terpilih sebagai pemenang tender. Keputusan ini menimbulkan kegembiraan di kalangan pendukung energi bersih, namun juga menimbulkan keheranan di antara warga setempat, terutama Pak RT yang mengakui belum pernah mendengar nama Yenna sebelumnya.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Keberhasilan MBG membuka lapangan kerja baru bagi ribuan tenaga kerja lokal, mulai dari teknisi hingga staf administrasi. Selain itu, motor listrik yang diproduksi memiliki biaya operasional lebih rendah, sehingga membantu mengurangi beban biaya transportasi bagi masyarakat.
Secara ekonomi, penunjukan MBG sebagai pemasok utama diproyeksikan meningkatkan kontribusi sektor kendaraan listrik terhadap PDB regional sebesar 1,2 persen dalam lima tahun ke depan.
Profil Pribadi: Kecerdasan, Kerendahan Hati, dan Visi
Di balik pencapaian bisnisnya, Yenna dikenal sebagai pribadi yang rendah hati. Ia tetap tinggal di kos‑kosan yang sama hingga kini, memilih untuk mengalokasikan sebagian besar keuntungan bagi program beasiswa teknik bagi perempuan.
Visi jangka panjangnya adalah menjadikan Indonesia sebagai hub produksi motor listrik di Asia Tenggara, dengan target ekspor mencapai 10.000 unit pada tahun 2030.
Dengan kombinasi keahlian teknis, semangat inovasi, dan komitmen sosial, Yenna Yuniana membuktikan bahwa sosok yang tidak dikenal Pak RT sekalipun dapat menjadi agen perubahan dalam industri strategis negara.
Keberhasilan ini tidak hanya menandai langkah penting bagi MBG, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda yang bermimpi mengubah tantangan menjadi peluang.













