Eksklusif: Tiga Mantan Pemain Asing Persija Dilepas Paruh Musim, Dua Gacor di Klub Baru, Satu Jadi Camat

Back to Bali – 14 April 2026 | Musim 2025/2026 Liga 1 Indonesia semakin menegangkan dengan dinamika transfer yang tak terduga. Persija Jakarta, klub bersejarah..

3 minutes

Read Time

Eksklusif: Tiga Mantan Pemain Asing Persija Dilepas Paruh Musim, Dua Gacor di Klub Baru, Satu Jadi Camat

Back to Bali – 14 April 2026 | Musim 2025/2026 Liga 1 Indonesia semakin menegangkan dengan dinamika transfer yang tak terduga. Persija Jakarta, klub bersejarah yang dikenal dengan skuad berbintang, melakukan keputusan drastis pada pertengahan kompetisi dengan melepas tiga pemain asing. Keputusan tersebut memicu spekulasi luas, namun kini hasilnya sudah tampak jelas: dua di antaranya telah menjadi penyerang utama di klub baru, sementara satu lagi memilih jalur karier yang tak biasa, menjadi camat di sebuah kecamatan.

Mariano Peralta: Gacor di Borneo FC

Winger asal Argentina, Mariano Peralta, resmi bergabung dengan Borneo FC Samarinda pada pekan ke-24 setelah kontraknya dengan Persija diputus secara bersama. Peralta segera menunjukkan kelasnya pada pekan ke-27 BRI Super League, mencetak dua gol dan memberikan satu assist dalam kemenangan telak Borneo FC 5-1 atas PSBS Biak. Statistiknya kini mencatat 15 gol dan 11 assist, menempatkannya di posisi kedua pencetak gol terbanyak serta pemimpin assist liga. Performa luar biasa ini membuatnya dinobatkan sebagai Man of the Match dan menjadi sorotan utama para pengamat.

Alex Martins: Bomber Dewa United yang Tak Terhentikan

Striker asal Brasil, Alex Martins, yang sebelumnya mengisi posisi penyerang asing di Persija, dipindahkan ke Dewa United pada pertengahan musim. Di klub barunya, Martins terus menegaskan kualitasnya dengan mencetak dua gol penting dalam kemenangan Dewa United melawan Malut United. Hingga kini, ia telah mengumpulkan 14 gol, menempati posisi ketiga dalam perburuan Sepatu Emas. Keberhasilan Martins di Dewa United tidak hanya memperkuat lini serang tim, tetapi juga menambah kompetisi sengit di puncak klasemen pencetak gol.

Julius Hartono: Dari Lapangan ke Kantor Camat

Berbeda dengan rekan-rekannya, pemain asing asal Nigeria, Julius Hartono, memilih jalur yang tak terduga setelah dilepas Persija. Setelah menamatkan kontrak, Hartono memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya di Jawa Barat dan terpilih menjadi Camat di Kecamatan Cibinong. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, namun Hartono menjelaskan bahwa ia ingin memberikan kontribusi lebih luas bagi masyarakat melalui pelayanan publik. Meskipun kini tak lagi menjejakkan kaki di lapangan hijau, nama Hartono tetap menjadi contoh bahwa karier seorang atlet dapat bertransformasi menjadi peran sosial yang signifikan.

Ketiga kasus ini memperlihatkan beragam jalur yang dapat ditempuh oleh pemain asing setelah meninggalkan klub besar. Bagi Peralta dan Martins, performa gemilang di klub baru menegaskan nilai jual mereka di pasar transfer, sekaligus menambah persaingan ketat untuk penghargaan top scorer. Sementara Hartono membuktikan bahwa sepak bola tidak selalu menjadi satu-satunya panggung bagi seorang pemain untuk berkontribusi.

Keputusan Persija untuk melepaskan ketiga pemain tersebut tampaknya telah menghasilkan efek domino yang menguntungkan bagi pihak-pihak lain. Borneo FC dan Dewa United mendapatkan tambahan kualitas yang signifikan, sementara komunitas lokal di Cibinong mendapatkan pemimpin yang berpengalaman dalam manajemen tim. Hal ini menegaskan bahwa dinamika transfer tidak hanya memengaruhi hasil di atas lapangan, tetapi juga dapat memicu perubahan sosial di luar dunia olahraga.

Ke depan, perhatian akan tertuju pada bagaimana Persija menyesuaikan skuadnya tanpa tiga pemain asing tersebut, dan apakah klub lain akan meniru strategi serupa dalam mengoptimalkan performa tim melalui pergerakan pemain di tengah musim.

About the Author

Pontus Pontus Avatar