Jaecoo J5 EV Turun Harga! Kini Hanya Rp 399 Juta, Penjualan Melejit di 2026

Back to Bali – 15 April 2026 | Jaecoo J5 EV, model listrik yang menjadi primadona pasar Indonesia pada awal 2026, resmi mengalami penyesuaian harga…

Jaecoo J5 EV Turun Harga! Kini Hanya Rp 399 Juta, Penjualan Melejit di 2026

Back to Bali – 15 April 2026 | Jaecoo J5 EV, model listrik yang menjadi primadona pasar Indonesia pada awal 2026, resmi mengalami penyesuaian harga. Mulai minggu ini, varian standar dijual dengan harga Rp 399 juta, turun sekitar 5 % dibandingkan periode sebelumnya. Penurunan harga ini disambut antusias oleh konsumen dan diprediksi akan memperkuat posisi Jaecoo di segmen kendaraan listrik (EV) yang semakin kompetitif.

Penjualan Meningkat di Tengah Penurunan Harga

Pada bulan Maret 2026, Jaecoo J5 EV mencatat penjualan wholesales tertinggi di negara ini, dengan 2 959 unit terjual—naik tipis dari 2 926 unit pada bulan Februari. Angka ini menempatkan J5 EV di urutan pertama, mengungguli BYD M6, Geely EX2, dan BYD Atto 1. Sejak awal tahun, rata‑rata distribusi mencapai hampir 3 000 unit per bulan berkat peningkatan kapasitas produksi.

Strategi Produksi Ganda untuk Menjaga Ketersediaan

Untuk menanggapi lonjakan permintaan, Jaecoon mengoperasikan dua fasilitas manufaktur secara simultan. Kedua pabrik—dengan mitra lokal Handal dan Inchcape—memungkinkan output yang lebih tinggi serta memperpendek waktu tunggu pemesanan. Di Jakarta, konsumen kini dapat menerima kendaraan dalam waktu kurang dari satu bulan, sementara wilayah di luar Pulau Jawa masih memerlukan waktu lebih lama karena tantangan logistik.

Hybrid Belum Masuk, Fokus pada BEV

Meski varian hybrid J5 telah tersedia di pasar global, Jaecoo Indonesia masih menahan peluncurannya di dalam negeri. Business Unit Director Jim Ma menjelaskan bahwa fluktuasi harga bahan bakar global menjadi faktor utama keputusan ini. “Kami lebih fokus pada BEV karena pasar Indonesia sedang beralih ke listrik,” ujarnya dalam wawancara di Jakarta pada 11 April 2026. Namun, Jaecoon tidak menutup kemungkinan menghadirkan PHEV atau varian lain di masa depan, dengan catatan bahwa BEV akan tetap menjadi prioritas utama.

Dampak Penurunan Harga terhadap Persaingan

Penyesuaian harga Rp 399 juta menempatkan Jaecoo J5 EV di level yang lebih kompetitif dibandingkan pesaing utama. BYD M6, misalnya, dibanderol sekitar Rp 420 juta, sementara Geely EX2 berada di kisaran Rp 430 juta. Dengan harga yang lebih terjangkau dan jaringan produksi yang diperluas, J5 EV diprediksi akan terus memperbesar pangsa pasar serta mendorong adopsi kendaraan listrik di kalangan menengah ke atas.

Kesimpulannya, penurunan harga, peningkatan kapasitas produksi, dan strategi fokus pada BEV menegaskan komitmen Jaecoo untuk memimpin pasar mobil listrik Indonesia. Jika tren penjualan tetap menguat, Jaecoo J5 EV dapat menjadi tolok ukur keberhasilan transisi industri otomotif nasional menuju era elektromobilitas.

About the Author

Marshauwn Marshauwn Agatho Avatar