Pilot AS Bikin Radio ATC Berisik: Mengeong & Menggonggong, FAA Lakukan Penyelidikan

Back to Bali – 17 April 2026 | Pada 12 April 2026, frekuensi radio kontrol lalu lintas udara (ATC) di Bandara Nasional Ronald Reagan, Washington,..

2 minutes

Read Time

Pilot AS Bikin Radio ATC Berisik: Mengeong & Menggonggong, FAA Lakukan Penyelidikan

Back to Bali – 17 April 2026 | Pada 12 April 2026, frekuensi radio kontrol lalu lintas udara (ATC) di Bandara Nasional Ronald Reagan, Washington, D.C. menjadi saksi percakapan tak lazim antara dua pilot yang menirukan suara kucing dan anjing. Seorang pilot memulai dengan suara "Meong… meong", diikuti oleh rekan pilot yang menjawab dengan "Guk… guk!". Kejadian ini langsung memancing tawa dan kebingungan para petugas menara serta pendengar lain yang sedang memantau komunikasi penerbangan.

Reaksi Petugas ATC dan Peneguran

Setelah suara menggemaskan itu terdengar, seorang petugas ATC yang tidak dikenal menegur kedua pilot dengan pernyataan tegas: "Anda harus bersikap seperti pilot profesional." Namun, balasan yang diterima justru berupa lagi suara mengeong dan gonggongan, membuat petugas semakin kesal. Ia kemudian menambahkan, "Pantas saja kalian masih menerbangkan RJ," merujuk pada pesawat jet regional yang biasanya dijalankan oleh pilot di tahap awal karier.

Langkah FAA Mengusut Insiden

Federal Aviation Administration (FAA) segera merespons insiden yang menjadi viral di media sosial dan platform audio ATC.com. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui NBC Washington, FAA menegaskan bahwa semua percakapan di bawah ketinggian 10.000 kaki harus berhubungan langsung dengan keselamatan dan pengoperasian pesawat. FAA menambahkan bahwa setiap pelanggaran potensial akan ditelusuri secara menyeluruh.

  • Komunikasi di bawah 10.000 kaki harus bersifat operasional.
  • Penggunaan bahasa yang tidak relevan dilarang keras.
  • Pelanggaran dapat berujung pada sanksi administratif atau pencabutan lisensi.

Pandangan Komunitas Penerbangan

Insiden ini memecah pendapat di kalangan praktisi penerbangan Amerika Serikat. Sebagian besar veteran menilai bahwa frekuensi ATC adalah sarana yang sangat sensitif, di mana setiap kata harus mendukung keselamatan bersama. Mereka berargumen bahwa lelucon semacam ini dapat mengalihkan perhatian dan menimbulkan risiko tak terduga.

Di sisi lain, sejumlah pilot muda berpendapat bahwa sedikit humor dapat meredakan ketegangan pada fase pendekatan dan pendaratan, terutama di bandara yang sibuk. Mereka mengklaim bahwa selama tidak mengganggu instruksi kritis, percakapan ringan dapat meningkatkan suasana kerja tim.

Implikasi Hukum dan Operasional

Jika terbukti melanggar regulasi FAA, kedua pilot tersebut dapat dikenai tindakan disipliner, mulai dari peringatan tertulis hingga pencabutan sertifikat pilot. Selain itu, maskapai penerbangan yang mempekerjakan mereka (yang belum teridentifikasi) mungkin akan diminta memberikan klarifikasi dan memastikan pelatihan ulang tentang prosedur komunikasi.

FAA juga berencana meningkatkan pemantauan frekuensi ATC dengan teknologi analisis suara otomatis untuk mendeteksi percakapan yang tidak relevan secara real‑time. Langkah ini diharapkan dapat mencegah terulangnya insiden serupa dan menegakkan standar profesionalisme di ruang udara nasional.

Secara keseluruhan, kejadian mengeong‑menggonggong ini menyoroti pentingnya disiplin komunikasi dalam dunia penerbangan, sekaligus menimbulkan perdebatan tentang ruang bagi humor di antara para profesional yang beroperasi di lingkungan berisiko tinggi. FAA tetap berkomitmen mengusut fakta lengkap, sementara komunitas penerbangan terus mencari keseimbangan antara keselamatan mutlak dan kebersamaan yang sehat di ruang udara.

About the Author

Zillah Willabella Avatar