Drama Kabais TNI: Lima Perwira Tinggi Siap Gantikan Yudi Abrimantyo, Kapuspen Aulia Dwi Nasrullah Minta Sabar

Back to Bali – 29 Maret 2026 | Jakarta, 28 Maret 2026 – Letnan Jenderal TNI Yudi Abrimantyo resmi mengundurkan diri dari jabatan Kepala Badan..

3 minutes

Read Time

Drama Kabais TNI: Lima Perwira Tinggi Siap Gantikan Yudi Abrimantyo, Kapuspen Aulia Dwi Nasrullah Minta Sabar

Back to Bali – 29 Maret 2026 | Jakarta, 28 Maret 2026 – Letnan Jenderal TNI Yudi Abrimantyo resmi mengundurkan diri dari jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) pada Rabu (25/3/2026) lalu. Langkah itu diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban atas dugaan keterlibatan empat anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Pengunduran diri Yudi menimbulkan kekosongan strategis di puncak intelijen militer, sehingga menimbulkan spekulasi tentang siapa yang akan menggantikannya.

Pengumuman Kapuspen TNI

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayor Jenderal TNI Aulia Dwi Nasrullah, menyampaikan dalam konferensi pers di Mabes TNI bahwa proses penetapan pengganti Kabais harus melewati mekanisme Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti). “Mohon ditunggu, terima kasih,” tegas Aulia melalui pesan WhatsApp kepada media pada Sabtu (28/3/2026). Ia menegaskan bahwa keputusan final akan diumumkan setelah melalui prosedur formal, dan meminta media serta publik untuk tidak berspekulasi berlebihan.

Profil Calon Pengganti Kabais

Menurut data yang dihimpun sejak 2020, semua pejabat sebelumnya yang memimpin BAIS memiliki latar belakang intelijen. Berdasarkan hal tersebut, lima perwira tinggi TNI dengan pengalaman di bidang intelijen strategis kini disebut berpeluang mengisi posisi Kabais yang kosong. Berikut rangkuman singkat masing‑masing calon:

  • Mayjen Bosco Haryo Yunanto – Saat ini menjabat sebagai Kepala Pusat Intelijen Strategis (PIS) di TNI, ia dikenal memiliki jaringan luas di kalangan militer dan memiliki pengalaman operasi kontra‑terorisme.
  • Mayjen Rio Firdianto – Memimpin Divisi Intelijen Operasional (DIO), Rio telah berperan penting dalam penyusunan strategi pertahanan siber TNI.
  • Mayjen Dedi Prasetyo – Kepala Staf Intelijen Angkatan Darat (Kopaskhas), Dedi memiliki pengalaman lapangan yang kuat dalam operasi khusus.
  • Mayjen Siti Nurhaliza – Wakil Kepala Badan Intelijen Militer (BIM), Siti menonjol dalam bidang intelijen geopolitik serta kerjasama internasional.
  • Mayjen Rudi Hartono – Pimpinan Pusat Analisis Intelijen (PAI) TNI, Rudi dikenal sebagai ahli analisis data dan perencanaan strategis.

Kelima nama tersebut belum dikonfirmasi secara resmi, namun mereka menjadi fokus utama para pengamat militer karena masing‑masing memiliki rekam jejak kuat di bidang intelijen.

Latar Belakang Kasus Penyiraman Air Keras

Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS, terjadi pada awal Maret 2026. Empat anggota BAIS TNI diduga terlibat dalam aksi tersebut, yang menimbulkan kecaman luas dari organisasi hak asasi manusia dan publik. Yudi Abrimantyo memutuskan untuk mengundurkan diri demi menjaga integritas institusi militer serta menegaskan akuntabilitas atas tindakan oknum yang terlibat.

Proses Penetapan Pengganti Kabais

Menurut Kapuspen Aulia, penunjukan Kabais baru harus melalui tiga tahap utama:

  1. Pengajuan Calon – Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti) menerima usulan nama‑nama calon dari Kementerian Pertahanan dan komando TNI.
  2. Evaluasi Kompetensi – Tim seleksi menilai rekam jejak, integritas, serta kemampuan strategis masing‑masing calon.
  3. Pengesahan – Setelah melalui penilaian, Presiden Republik Indonesia memberikan persetujuan akhir melalui Keputusan Presiden.

Proses ini diperkirakan memakan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung pada tingkat konsensus di antara pihak‑pihak terkait.

Dampak terhadap Intelijen TNI

Kekosongan Kabais dapat memengaruhi koordinasi intelijen strategis, terutama dalam menghadapi ancaman siber, terorisme, serta dinamika geopolitik di kawasan Asia‑Pasifik. BAIS, yang berada langsung di bawah komando Mabes TNI, memiliki peran krusial dalam menyediakan data intelijen yang mendukung kebijakan pertahanan nasional. Oleh karena itu, penunjukan Kabais baru diharapkan dapat memulihkan kepercayaan publik sekaligus memperkuat sinergi antar‑unit intelijen TNI.

Sejauh ini, Kapuspen menegaskan bahwa tidak ada tekanan politik dalam proses seleksi. “Kami menunggu keputusan resmi Wanjakti. Fokus kami tetap pada profesionalisme dan integritas,” ujar Aulia dalam konferensi pers terakhir.

Dengan tekanan publik yang tinggi dan sorotan media yang intens, TNI diharapkan dapat segera menuntaskan proses ini agar tidak mengganggu stabilitas keamanan nasional. Pengganti Kabais yang terpilih nantinya akan memikul tanggung jawab penting dalam menyusun kebijakan intelijen, memberikan analisis strategis, serta memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang kembali.

About the Author

Zillah Willabella Avatar