Back to Bali – 13 Mei 2026 | Gubernur Bali, Wayan Koster mengajak pelaku usaha hotel, restoran, dan kafe (Horeka) di Kota Denpasar untuk menerapkan pengelolaan sampah berbasis sumber guna menjaga kebersihan Bali sebagai destinasi wisata dunia.
Ajakan tersebut disampaikan saat Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber pada Horeka dan DTW Kota Denpasar. Kegiatan itu turut dihadiri Kasubdit Tindak Pidana Lingkungan Hidup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Antonius Sardjanto, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, serta Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa.
Koster menegaskan sektor pariwisata memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Bali, yakni mencapai 66 persen. Karena itu, keberlanjutan sektor tersebut harus dijaga, salah satunya dengan penanganan sampah yang serius.
Di hadapan sekitar 350 pelaku usaha Horeka, Koster juga menegaskan penanganan sampah akan dilakukan secara menyeluruh tanpa membedakan wilayah kabupaten maupun kota di Bali.
Pemerintah Provinsi Bali siap mendukung kebutuhan Pemerintah Kota Denpasar, mulai dari penyediaan lahan hingga mesin pengolahan sampah. Salah satu dukungan terbaru yakni pemanfaatan kawasan Embung Tukad Unda di Klungkung untuk penempatan cacahan sampah organik dari Kota Denpasar.
Koster menambahkan Bali kini telah memiliki pola pengelolaan sampah dari hulu, tengah hingga hilir. Pada tahap hilir, pemerintah memprioritaskan Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL).
Ia menyebut Presiden RI memberikan perhatian besar terhadap penanganan sampah di Bali, sehingga ditargetkan pada 2028 Bali sudah bersih dari persoalan sampah.













