Back to Bali – 19 April 2026 | Pelatih asal Kroasia, Bojan Hodan, mengirimkan sinyal tegas kepada seluruh elemen Persib Bandung bahwa timnya tidak akan melakukan percobaan taktik atau rotasi pemain dalam tujuh laga terakhir kompetisi Super League 2025/2026. Pernyataan itu muncul usai Persib memimpin klasemen dengan 64 poin dari 27 pertandingan, unggul empat poin dari Borneo FC yang berada di posisi runner-up.
Meski berada di puncak, Bojan menegaskan bahwa posisi teratas belum memberikan rasa aman. “Setiap poin dan setiap gol kini menjadi harga mati. Kami tidak punya ruang untuk coba-coba,” tegasnya dalam konferensi pers yang disiarkan secara langsung oleh Bolasport.com. Ia menambahkan bahwa tim akan mengandalkan sebelas pemain terpilih secara konsisten demi menjaga ritme kemenangan.
Strategi Tanpa Rotasi
Menurut Bojan, rotasi pemain dapat mengganggu chemistry tim yang sudah terbangun selama dua setengah musim. “Kami sudah menemukan formasi yang paling efektif. Mengganti pemain hanya akan menurunkan intensitas dan mengurangi kepercayaan diri para pemain,” jelasnya. Kebijakan ini berarti setiap pemain yang masuk ke starting XI harus siap memberikan performa maksimal dalam setiap menit pertandingan.
Keputusan tersebut juga mencerminkan tekanan dari manajemen klub yang menuntut gelar juara. Persib Bandung, yang dikenal dengan sebutan Maung Bandung, mengincar poin sempurna di sisa jadwal yang meliputi pertemuan melawan Dewa United, RANS Nusantara, PSM Makassar, dan tiga laga lainnya. Berikut jadwal lengkap tujuh laga terakhir Persib:
- Pekan ke-28: Persib vs Dewa United (Banten International Stadium, 20 April 2026)
- Pekan ke-29: Persib vs RANS Nusantara (Stadion Gelora Bandung Lautan)
- Pekan ke-30: Persib vs PSM Makassar (Stadion Andi Mattalatta)
- Pekan ke-31: Persib vs Borneo FC (Stadion Gelora Bandung Lautan)
- Pekan ke-32: Persib vs Persija Jakarta (Stadion Utama Gelora Bung Karno)
- Pekan ke-33: Persib vs Arema FC (Stadion Kanjuruhan)
- Pekan ke-34: Persib vs Persebaya Surabaya (Stadion Gelora Bung Tomo)
Dalam setiap laga tersebut, Bojan menegaskan bahwa tim akan menurunkan formasi 4-3-3 dengan tiga penyerang yang memiliki kecepatan tinggi serta gelandang yang mampu mengatur tempo permainan. Pilihan pemain utama meliputi penyerang andalan, gelandang playmaker, serta bek tengah yang tangguh secara fisik.
Fans Persib, yang dikenal sebagai Bobotoh, menyambut kebijakan ini dengan antusiasme tinggi. Banyak yang mengungkapkan harapan agar tim tetap konsisten dan tidak terjebak dalam kebingungan taktik menjelang akhir musim. “Kami mengharapkan tim bermain dengan intensitas penuh, tidak ada ruang untuk ‘coba-coba’ yang dapat mengurangi peluang kami meraih gelar,” ujar seorang Bobotoh yang hadir di konferensi pers.
Para analis sepakbola menilai keputusan Bojan sebagai langkah berani namun berisiko. Tanpa rotasi, kelelahan pemain menjadi faktor kritis terutama menjelang penutup musim yang padat. Namun, jika tim mampu menjaga kebugaran, strategi ini dapat memperkuat mental juara dan meminimalkan peluang lawan mengganggu ritme permainan Persib.
Secara keseluruhan, kebijakan ‘full power‘ ini menegaskan tekad Persib untuk menutup musim dengan catatan gemilang. Dengan kepemimpinan Bojan yang tegas dan dukungan penuh dari suporter, tim berusaha mengamankan poin maksimal dalam setiap pertandingan, mengukir sejarah baru bagi klub dan menambah kebanggaan sepakbola Indonesia.













