Back to Bali – 20 April 2026 | Pertandingan derby pertama antara Everton dan Liverpool di Hill Dickinson Stadium berakhir dengan kemenangan tipis Liverpool 2-1 setelah tambahan waktu menegangkan. Pertarungan yang berlangsung dengan intensitas tinggi ini tidak hanya menambah poin penting bagi Liverpool dalam perburuan tiket Liga Champions, tetapi juga menampilkan momen-momen dramatis yang akan dikenang lama.
Awal Pertandingan: Dominasi Liverpool
Sejak peluit pertama, kedua tim menunjukkan semangat juang yang tinggi. Namun, Liverpool lebih cepat mengambil alih alur permainan. Pada menit ke-29, Mohamed Salah berhasil menyelesaikan umpan rendah dari sisi kanan, menempatkan Liverpool memimpin 1-0. Gol ini sekaligus menyamakan rekor Steven Gerrard dengan mencatat sembilan gol dalam Derby Merseyside.
Kontroversi VAR dan Gol yang Dibatalkan
Everton merespon dengan cepat melalui Iliman Ndiaye yang berhasil menembak ke gawang pada babak pertama. Sayangnya, keputusan VAR memutar balik hasil tersebut setelah terdeteksi bahwa Jake O’Brien berada di posisi offside dan mengganggu permainan. Keputusan ini menimbulkan protes dari pemain dan pendukung Everton, sekaligus memperpanjang keunggulan Liverpool menjelang jeda.
Babak Kedua: Gol Penyeimbang dan Cedera Parah
Setelah jeda, Everton meningkatkan intensitas serangan. Pada menit ke-54, Kiernan Dewsbury-Hall mengirimkan bola berbahaya ke dalam kotak penalti. Beto, yang berada di posisi tepat, mengeksekusi penyelesaian dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Momen ini sekaligus menjadi titik balik emosional karena kiper Liverpool, Giorgi Mamardashvili, mengalami tabrakan keras yang membuatnya harus keluar lapangan.
Dengan Alisson Becker tidak tersedia, Liverpool mengandalkan Freddie Woodman sebagai pengganti pertama kali di Premier League. Penampilan Woodman cukup impresif; ia berhasil menepis tembakan berbahaya dari Dwight McNeil, sementara di gawang Everton, Jordan Pickford juga melakukan penyelamatan krusial dari Luis Díaz.
Penambahan Waktu dan Gol Penentu
Karena insiden cedera dan beberapa gangguan lain, wasit menambahkan sepuluh menit waktu tambahan. Kedua tim bermain hati-hati, namun tekanan tetap tinggi. Pada menit ke-100, Liverpool memanfaatkan tendangan sudut yang diambil oleh Dominik Szoboszlai. Virgil van Dijk melompat lebih tinggi dari semua pemain, mengarahkan bola ke sudut belakang gawang lawan dan mencetak gol kemenangan.
Setelah gol tersebut, manajer Everton Sean Dyche mengungkapkan kekecewaan: “Kami layak mendapatkan lebih banyak. Keputusan VAR marginal, dan kalah di detik akhir sangat menyakitkan.” Sementara itu, kapten Liverpool menyatakan, “Menang di derby pertama di stadion ini secara khusus sangat istimewa. Kami menunjukkan karakter untuk meraih tiga poin.”
Penilaian Pemain dan Dampak pada Piala Champions
Penilaian pemain menunjukkan performa gemilang dari beberapa bintang Liverpool. Van Dijk mendapat nilai tertinggi berkat gol penentu serta kepemimpinan defensifnya. Salah tetap konsisten dengan kontribusi gol dan assist. Freddie Woodman, meski debutnya, menerima pujian atas ketenangannya di bawah tiang gawang. Bagi Everton, Beto dan McNeil menunjukkan kreativitas, namun ketidakhadiran Mamardashvili menjadi faktor krusial.
Keberhasilan Liverpool menambah jarak tujuh poin dari pesaing utama dalam perebutan lima besar liga, memperkuat peluang mereka untuk melaju ke fase grup Liga Champions. Di sisi lain, posisi Everton tetap berada di urutan ke-10, menandakan kebutuhan untuk memperbaiki konsistensi di sisa musim.
Statistik Kunci
| Statistik | Liverpool | Everton |
|---|---|---|
| Possession | 55% | 45% |
| Shots on Target | 7 | 5 |
| Fouls | 12 | 14 |
| Yellow Cards | 2 | 3 |
Dengan hasil ini, Liverpool menegaskan ambisinya kembali ke panggung Eropa, sementara Everton harus bangkit dari kegagalan akhir menit untuk mengembalikan momentum positif.
Secara keseluruhan, derby ini menyajikan kombinasi taktik, keberanian individual, dan keputusan teknologi yang memengaruhi hasil akhir. Pertandingan ini menjadi contoh bagaimana detail kecil—seperti offside satu inci atau penyelamatan krusial—bisa menentukan nasib dua tim besar di Premier League.













