Back to Bali – 20 April 2026 | Stadion BJ Habibie, Parepare menjadi saksi sengitnya pertarungan antara PSM Makassar dan Borneo FC pada Sabtu (18/4) malam, pekan ke-28 Liga Super 2025-2026. Meskipun PSM sempat unggul lewat gol cepat Muhammad Arfan di menit ke-16, tim tamu berhasil membalikkan keadaan menjadi 1-2 berkat gol Juan Villa pada menit ke-31 dan aksi penutup Koldo Obieta di menit ke-78.
Hasil akhir tersebut menimbulkan pertanyaan besar di antara suporter PSM yang menuntut penjelasan atas penurunan performa lini belakang. Asisten pelatih PSM, Ahmad Amiruddin, memberikan keterangan komprehensif mengenai faktor-faktor yang menjadi biang kerok kekalahan tim asuhannya.
Rantai Cedera Menghantui Lini Belakang
Menurut Amiruddin, “badai cedera” menjadi penyebab utama keroposnya pertahanan PSM. Pemain kunci tengah, Dusan Lagator, terpaksa ditarik keluar lapangan pada menit ke-54 akibat cedera otot. Kepergian Lagator menimbulkan kekosongan yang tidak dapat langsung diisi oleh pemain cadangan.
“Setelah Dusan keluar, kami melihat perubahan signifikan dalam pola permainan lawan. Mereka memanfaatkan ruang-ruang kosong di antara gelandang dan bek, sehingga memaksa kami untuk menyesuaikan taktik secara cepat,” jelasnya.
Kekurangan Pilihan Pengganti
Selain Lagator, sejumlah pemain lain juga berada dalam kondisi tidak optimal. Neto, Victor Dethan, dan Mufli Hidayat dilaporkan masih mengalami masalah kesehatan yang menghalangi mereka untuk tampil penuh. “Kami berharap mereka dapat mendampingi tim, namun realita cedera berlapis membuat pilihan kami sangat terbatas,” ujar Amiruddin.
Dengan terbatasnya opsi, pelatih kepala harus menurunkan pemain yang kurang berpengalaman pada posisi bek tengah, yang pada gilirannya meningkatkan kerentanan pertahanan terhadap serangan cepat Borneo FC.
Strategi dan Penyesuaian yang Terlambat
Perubahan taktik yang diperlukan setelah kepergian Lagator ternyata tidak dapat dilakukan secara optimal karena kurangnya waktu dan keterbatasan sumber daya pemain. Amiruddin menambahkan, “Kami mencoba mengubah formasi menjadi 3-5-2 untuk menutup ruang, namun transisi tersebut memakan waktu dan menimbulkan kebingungan di antara pemain.”
Ketidaktepatan waktu dalam menyesuaikan strategi memberikan ruang bagi Juan Villa dan Koldo Obieta untuk mengeksekusi serangan yang mematikan, mengakibatkan gol penentu yang menenggelamkan harapan PSM.
Reaksi Suporter dan Langkah Kedepan
Suporter PSM tidak tinggal diam. Mereka menuntut klarifikasi lebih lanjut dan mengharapkan perbaikan cepat pada lini belakang. Amiruddin menanggapi dengan menegaskan komitmen tim untuk memperbaiki kondisi fisik pemain dan menambah kedalaman skuad melalui bursa transfer pada jendela berikutnya.
“Kami akan memanfaatkan jeda internasional untuk merekrut bek yang memiliki pengalaman di level kompetisi tinggi, serta meningkatkan program rehabilitasi agar pemain yang cedera dapat kembali lebih cepat,” tambahnya.
Secara keseluruhan, kekalahan PSM Makassar melawan Borneo FC tidak semata-mata disebabkan oleh faktor taktis semata, melainkan dipicu oleh serangkaian cedera yang menimpa pemain kunci, khususnya Dusan Lagator, serta keterbatasan pilihan cadangan yang memaksa tim harus beradaptasi secara terburu‑buruk.
Dengan analisis mendalam dari asisten pelatih, pihak manajemen kini memiliki gambaran jelas mengenai akar permasalahan. Upaya perbaikan diharapkan dapat mengembalikan performa PSM ke jalur kemenangan dalam beberapa pekan ke depan, sekaligus menghindari kejadian serupa yang dapat mengancam posisi mereka di klasemen Liga Super.













