Nekat Terjang Banjir, Taksi Online Tenggelam Hanya Tinggal Atap di Jalan Bandung, Depok

Back to Bali – 21 April 2026 | Depok, 20 April 2026 – Sebuah insiden menggemparkan terjadi pada Senin pagi ketika seorang pengemudi taksi online..

3 minutes

Read Time

Nekat Terjang Banjir, Taksi Online Tenggelam Hanya Tinggal Atap di Jalan Bandung, Depok

Back to Bali – 21 April 2026 | Depok, 20 April 2026 – Sebuah insiden menggemparkan terjadi pada Senin pagi ketika seorang pengemudi taksi online nekat menyeberangi genangan air yang meluap di Jalan Bandung, Kelurahan Cinere, Kecamatan Cinere. Kendaraan berjenis Daihatsu Xenia berwarna putih dengan nomor polisi B 1997 WGZ terjebak di tengah aliran air yang terus naik hingga hampir mencapai 1,5 meter, membuat mobil tersebut hampir tenggelam dan hanya tersisa atap yang terlihat di permukaan.

Pengemudi, bernama Naim, awalnya melaju menuju jembatan yang menghubungkan Pondok Cabe dan Depok. Meskipun jembatan sudah dipenuhi air, Naim memperkirakan kedalaman genangan masih dapat dilalui. Sesampainya di bagian menurun tengah jembatan, mesin mobil tiba-tiba mati, mengakibatkan kendaraan terhenti dan tidak dapat bergerak maju. Sementara itu, debit air Kali Pesanggrahan yang meluap terus meningkat, menenggelamkan mobil hingga hanya atapnya yang masih tampak di atas permukaan.

Respon Kepolisian dan Tim Pemadam Kebakaran

Kanit Lantas Polsek Cinere, Iptu Suharyoko, mengonfirmasi bahwa laporan tentang mobil yang terperangkap banjir diterima pada pagi hari. Polisi segera dikerahkan bersama petugas pemadam kebakaran (Damkar) dan relawan warga setempat untuk melakukan evakuasi. Dengan peralatan seadanya, tim penyelamat berhasil menyalakan mesin darurat, mengaitkan tali penarik, dan menarik kendaraan ke area yang lebih aman sekitar pukul 11.00 WIB.

“Alhamdulillah, berkat kerja sama anggota di lapangan, petugas Damkar, dan bantuan warga, mobil berhasil dievakuasi,” ujar Iptu Suharyoko. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini; Naim berhasil menyelamatkan diri sebelum ketinggian air mencapai titik kritis.

Faktor Penyebab dan Peringatan

Analisis awal menunjukkan bahwa keputusan Naim untuk melintasi jembatan yang sudah terendam merupakan faktor utama terjadinya kecelakaan. Kondisi cuaca ekstrem dengan hujan deras yang mengguyur wilayah Depok pada hari itu menyebabkan aliran air Kali Pesanggrahan meluap dan merendam akses jalan utama. Meskipun terlihat seperti genangan dangkal, kedalaman air sebenarnya melebihi batas aman bagi kendaraan bermotor.

  • Hujan deras berkelanjutan sejak dini hari.
  • Kali Pesanggrahan meluap, menggenangi Jalan Bandung.
  • Jembatan penghubung Pondok Cabe-Depok tidak ditutup meski kondisi banjir.
  • Pengemudi mengira genangan masih dapat dilalui.

Polisi menegaskan kembali pentingnya mengikuti peringatan banjir yang dikeluarkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan tidak memaksakan melintas pada jalur yang telah terendam. Peringatan serupa juga disampaikan oleh pihak kepolisian setempat kepada pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan komersial seperti taksi online dan ojek, agar selalu memantau perkembangan cuaca dan tingkat air sebelum memutuskan melanjutkan perjalanan.

Dampak terhadap Lalu Lintas dan Komunitas

Insiden ini menambah daftar panjang kejadian banjir yang melanda wilayah Depok pada musim hujan kali ini. Jalan Bandung, salah satu arter utama di Cinere, sempat lumpuh selama beberapa jam, menghambat mobilitas penduduk dan mengganggu aktivitas ekonomi lokal. Warga sekitar melaporkan bahwa beberapa rumah juga mengalami kebocoran akibat kenaikan permukaan air.

Petugas kebersihan dan tim pemulihan jalan segera melakukan pembersihan puing serta perbaikan ringan pada jalan yang rusak. Diperkirakan, kondisi jalan akan kembali normal dalam 24 jam ke depan, namun pihak berwenang tetap mengimbau warga untuk tetap waspada dan menghindari area rawan banjir.

Kasus ini menjadi pengingat akan bahaya menyeberangi genangan air tanpa pertimbangan matang. Meskipun niat untuk tetap melayani penumpang dapat dipahami, keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama. Pemerintah daerah diharapkan meningkatkan sosialisasi dan penegakan larangan melintas pada jalan yang terendam, serta mempercepat pembangunan infrastruktur penanggulangan banjir di wilayah rawan seperti Cinere.

Dengan tidak adanya korban jiwa dan berhasilnya evakuasi, insiden ini tetap menjadi contoh nyata bahwa keputusan yang sembrono di medan bencana dapat berakibat fatal. Semoga kejadian serupa dapat dihindari di masa depan melalui edukasi, penegakan hukum, dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.

About the Author

Kanya Virtudes Virtudes Avatar