Back to Bali – 21 April 2026 | Jakarta, 20 April 2026 – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa strategi pertahanan Indonesia akan mengadopsi pendekatan defensif aktif melalui pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan (BTP) di setiap kabupaten. Target total batalyon yang akan dibangun mencapai 514 unit, dengan 150 batalyon telah selesai dibangun pada tahun 2025.
Strategi Pertahanan yang Defensif Aktif
Dalam sambutannya pada acara retret Ketua DPRD seluruh Indonesia di Akademi Militer Magelang, Sjafrie menekankan bahwa tujuan utama BTP bukan sekadar menambah kekuatan militer, melainkan memperkuat kedaulatan, stabilitas nasional, dan mendukung pembangunan ekonomi serta sosial di tingkat daerah. “BTP merupakan bagian integral dari sistem pengaman nasional yang memastikan pemerintah daerah dapat menjalankan tugasnya secara optimal,” ujarnya.
Rincian Rencana Pembangunan BTP
Satu batalyon teritorial terdiri antara 700 hingga 1.000 personel, termasuk prajurit aktif, cadangan, serta tenaga sipil yang terlibat dalam program pembangunan infrastruktur dan kegiatan kemasyarakatan. Hingga akhir 2025, sebanyak 150 batalyon telah beroperasi di sejumlah kabupaten strategis, meliputi wilayah perbatasan, daerah rawan bencana, dan zona industri kritis.
Dengan target 514 batalyon, masih diperlukan 364 BTP yang akan dibangun selama beberapa tahun ke depan. Menhan menyatakan bahwa proses pembangunan akan diselaraskan dengan revisi Undang‑Undang TNI serta RUU Ketahanan dan Keamanan Siber, sehingga struktur organisasi militer dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan pertahanan modern.
Peran BTP dalam Perekonomian dan Sosial
Selain fungsi pertahanan, BTP diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, batalyon akan terlibat dalam proyek infrastruktur, bantuan bencana, serta program pelatihan kejuruan. “Kami tidak hanya menjaga wilayah, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat,” kata Sjafrie.
Contoh konkret adalah kolaborasi BTP dengan industri strategis seperti kilang minyak dan terminal Pertamina. Keberadaan batalyon di sekitar fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan keamanan operasional serta melindungi aset-aset penting negara.
Penambahan Kodam Sesuai Jumlah Provinsi
Seiring dengan rencana pembangunan BTP, Menhan juga mengusulkan penambahan Komando Daerah Militer (Kodam) untuk menyesuaikan jumlahnya dengan total provinsi di Indonesia. Saat ini terdapat 21 Kodam; tambahan sekitar 17 Kodam diperkirakan diperlukan untuk menutupi seluruh provinsi, memperkuat koordinasi logistik, intelijen, dan operasi militer di tingkat daerah.
Implementasi dan Tantangan
Implementasi BTP menghadapi sejumlah tantangan, antara lain penyediaan anggaran, rekrutmen personel yang kompeten, serta sinkronisasi dengan pemerintah daerah. Menhan menegaskan bahwa alokasi dana pertahanan akan diprioritaskan untuk pembangunan BTP, sementara kerjasama dengan kementerian terkait akan memastikan keberlanjutan program.
Selain itu, penataan kembali struktur TNI melalui revisi UU TNI diharapkan dapat memperjelas peran dan tanggung jawab masing‑masing unit, termasuk BTP, sehingga tidak menimbulkan tumpang tindih kewenangan antara militer dan aparat sipil.
Reaksi Publik dan Politik
Pengumuman ini mendapat respons positif dari sejumlah kalangan politik dan masyarakat. Anggota DPR, khususnya Komisi I, menyambut baik upaya penguatan pertahanan daerah yang sekaligus membuka peluang kerja dan peningkatan layanan publik. Namun, beberapa pihak mengingatkan pentingnya pengawasan transparan dalam penggunaan anggaran serta menjaga keseimbangan antara keamanan dan hak sipil.
Presiden Prabowo Subianto, yang memberikan mandat kepada Menhan, menegaskan bahwa strategi ini sejalan dengan visi Indonesia menjadi negara berdaulat yang kuat, aman, dan sejahtera. “Pembangunan BTP adalah investasi jangka panjang bagi keseluruhan bangsa,” ujar Presiden dalam pernyataannya.
Dengan langkah konkret ini, Indonesia berupaya menjawab tantangan keamanan di era modern, sambil memperkuat fondasi sosial‑ekonomi di tingkat paling akar, yaitu kabupaten. Keberhasilan program BTP akan sangat ditentukan pada sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat luas.













