Back to Bali – 21 April 2026 | Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. Anwar Hafid, kembali menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam menuntaskan persoalan tenaga honorer yang selama ini menjadi sorotan publik. Dalam serangkaian rapat dan kunjungan lapangan, ia menuntut transparansi penuh, melakukan pendataan ulang, serta memetakan skema pembayaran bertahap yang diharapkan dapat mengakhiri ketidakpastian hak-hak honorer.
Pendataan Ulang Tenaga Honorer: Langkah Konkret Menghadirkan Bukti Nyata
Pada Senin, 20 April 2024, Anwar Hafid memimpin rapat koordinasi bersama seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Dalam rapat tersebut, Gubernur menekankan bahwa sekadar laporan administratif tidak cukup; yang dibutuhkan adalah bukti faktual di lapangan. Oleh karena itu, ia mengeluarkan perintah resmi untuk melakukan pendataan ulang seluruh tenaga honorer yang terdaftar di setiap OPD.
Data yang diminta meliputi identitas lengkap, jabatan, masa kerja, serta Surat Keputusan (SK) yang menjadi dasar legalitas masing‑masing honorer. Gubernur menambahkan bahwa proses pendataan ini harus diselesaikan dalam waktu tiga minggu, dengan hasilnya disampaikan langsung kepada Sekretaris Daerah untuk verifikasi selanjutnya.
Pembayaran Gaji Honorer Secara Bertahap: Menjawab Kebutuhan Mendesak
Setelah data terverifikasi, Anwar Hafid mengumumkan skema pembayaran gaji honorer secara bertahap. Skema tersebut dibagi menjadi tiga fase:
- Fase I: Penyelesaian tunggakan paling lama tiga tahun terakhir bagi honorer yang dapat menunjukkan bukti SK dan slip gaji.
- Fase II: Penyesuaian gaji pokok bagi honorer aktif dengan menyesuaikan standar upah daerah yang terbaru.
- Fase III: Penciptaan dana cadangan khusus honorer untuk mengantisipasi kekurangan dana di masa mendatang.
Gubernur menegaskan bahwa pemerintah provinsi siap menanggung beban fiskal melalui optimalisasi anggaran belanja daerah dan penataan kembali aset-aset tidak produktif.
Revitalisasi Lapangan Golf Palu: Aset Daerah Diselamatkan
Sementara itu, dalam agenda lain yang tak kalah penting, Anwar Hafid menandatangani kesepakatan bersama PGP (Pemerintah Provinsi) untuk menghidupkan kembali Lapangan Golf Palu yang sempat terabaikan. Kesepakatan ini mencakup perbaikan infrastruktur lapangan, pemasaran destinasi wisata olahraga, serta pelibatan sektor swasta dalam pengelolaan.
Revitalisasi lapangan golf diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat, termasuk tenaga honorer yang dapat dilibatkan sebagai petugas operasional lapangan.
Program “Pebiliar Cilik Hafiz Al‑Qur’an”: Mendorong Generasi Global
Di bidang sosial‑budaya, Gubernur Anwar Hafid juga meluncurkan inisiatif baru bernama “Pebiliar Cilik Hafiz Al‑Qur’an” yang diprakarsai oleh Fajar Alamri. Program ini bertujuan menyiapkan generasi muda yang tidak hanya hafal Al‑Qur’an, tetapi juga kompeten dalam berbahasa asing, teknologi, dan kepemimpinan, sehingga mampu bersaing di level global.
Melalui kerja sama dengan lembaga pendidikan, kementerian agama, dan sektor swasta, program ini akan menyediakan beasiswa, pelatihan intensif, serta platform digital untuk memantau kemajuan peserta.
Keseluruhan kebijakan yang diambil oleh Anwar Hafid menandakan pendekatan holistik: menyelesaikan masalah struktural tenaga honorer, memanfaatkan aset daerah secara produktif, dan berinvestasi pada sumber daya manusia. Semua langkah ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan publik terhadap pemerintah provinsi serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Dengan komitmen kuat dan agenda yang terukur, Anwar Hafid menegaskan bahwa tidak ada lagi ruang bagi penundaan. Pemerintah Sulawesi Tengah siap menuntaskan persoalan honorer, mengoptimalkan aset, dan menyiapkan generasi masa depan yang kompetitif di kancah global.













