Energi Bersih Mengganti Fosil: Listrik Dunia 2025 Terserap Penuh oleh Surya dan Angin

Back to Bali – 22 April 2026 | JawaPos.com, 22 April 2026 – Permintaan listrik global pada tahun 2025 mencatat pencapaian historis: seluruh kenaikan kebutuhan..

2 minutes

Read Time

Energi Bersih Mengganti Fosil: Listrik Dunia 2025 Terserap Penuh oleh Surya dan Angin

Back to Bali – 22 April 2026 | JawaPos.com, 22 April 2026 – Permintaan listrik global pada tahun 2025 mencatat pencapaian historis: seluruh kenaikan kebutuhan listrik dipenuhi oleh energi bersih, sementara pembangkit listrik berbahan bakar fosil mulai kehilangan pijaknya. Peristiwa ini menandai pergeseran struktural dari dominasi bahan bakar fosil menuju era ekspansi cepat energi terbarukan.

Lonjakan Energi Surya Menjadi Motor Utama

Menurut laporan think‑tank Ember yang dirilis pada 21 April 2026, produksi listrik dari pembangkit tenaga surya meningkat hampir sepertiga selama tahun 2025. Pertumbuhan ini merupakan kelanjutan tren dekade terakhir, di mana antara 2015 hingga 2025 kapasitas energi surya naik sepuluh kali lipat dengan laju pertumbuhan hampir dua kali lipat setiap tiga tahun.

Lebih dari separuh peningkatan produksi surya berasal dari Tiongkok, yang kini menjadi pemimpin ekspansi energi terbarukan sekaligus eksportir terbesar komponen energi bersih. Surya berhasil memenuhi sekitar tiga perempat tambahan kebutuhan listrik global pada 2025, sementara sisanya dipenuhi oleh energi angin.

Penurunan Produksi Listrik Fosil

Di sisi lain, pembangkit listrik berbasis bahan bakar fosil mencatat penurunan sebesar 0,2 % pada tahun yang sama. Secara keseluruhan, energi terbarukan menyumbang 34 % dari total produksi listrik global, melampaui batu bara yang berada di angka 33 %. Penurunan ini menegaskan awal kemunduran jangka panjang sektor fosil.

Direktur Pelaksana Ember, Aditya Lolla, menegaskan perubahan fundamental tersebut: “Kita telah memasuki era pertumbuhan bersih. Energi bersih kini cukup cepat untuk memenuhi kenaikan permintaan listrik global, sementara pembangkit listrik dari bahan bakar fosil mulai stagnan sebelum akhirnya menurun. Momentum ini kini menjadi realitas struktural.”

India Mengikuti Jejak Tiongkok

India juga menunjukkan perkembangan signifikan. Negara dengan populasi kedua terbesar ini menambah kapasitas energi bersih dalam jumlah rekor, melampaui pertumbuhan permintaan listrik domestiknya. Akibatnya, produksi listrik berbahan bakar fosil di India turun hingga 52 terawatt‑jam, mendekati penurunan yang terjadi di Tiongkok.

Implikasi Ekonomi dan Lingkungan

Pergeseran ini membawa implikasi luas bagi perekonomian global. Penurunan ketergantungan pada bahan bakar fosil mengurangi tekanan pada pasar komoditas energi tradisional, sekaligus membuka peluang investasi baru di sektor solar, angin, dan teknologi penyimpanan energi. Dari perspektif lingkungan, penurunan emisi karbon dioksida diperkirakan dapat mengurangi laju pemanasan global secara signifikan jika tren ini berlanjut.

Data Kunci 2025

  • Total kenaikan permintaan listrik global: dipenuhi 100 % oleh energi bersih.
  • Peningkatan produksi listrik surya: +33 % dibandingkan tahun sebelumnya.
  • Kontribusi energi terbarukan terhadap total produksi listrik: 34 % vs 33 % untuk batu bara.
  • Penurunan produksi listrik berbahan fosil: -0,2 %.
  • China menyumbang >50 % dari pertumbuhan produksi surya global.

Dengan data tersebut, dunia tampak berada pada titik balik yang belum pernah terjadi sebelumnya. Jika tren pertumbuhan energi bersih terus berlanjut, kemungkinan besar era dominasi fosil akan berakhir dalam dekade mendatang, menggantikan pola konsumsi energi lama dengan model yang lebih berkelanjutan dan terdesentralisasi.

Secara keseluruhan, tahun 2025 menjadi saksi pertama di mana semua tambahan kebutuhan listrik dunia dapat dipenuhi oleh energi bersih. Perubahan ini menandai langkah awal yang jelas menuju penurunan era fosil, sekaligus membuka jalan bagi inovasi, investasi, dan kebijakan yang mendukung transisi energi secara global.

About the Author

Zillah Willabella Avatar