Asing Net Buy Rp473 Miliar di Tengah IHSG Turun, Saham Pilihan Menggeliat

Back to Bali – 23 April 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami koreksi pada perdagangan Rabu (22 April 2026), mencatat penurunan 0,24%..

3 minutes

Read Time

Asing Net Buy Rp473 Miliar di Tengah IHSG Turun, Saham Pilihan Menggeliat

Back to Bali – 23 April 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami koreksi pada perdagangan Rabu (22 April 2026), mencatat penurunan 0,24% atau 17,76 poin ke level 7.541,61. Meski demikian, aliran dana asing justru menunjukkan sikap bullish dengan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp473 miliar, menandai perubahan strategi di tengah volatilitas pasar.

Data Net Buy Asing dan Dinamika Pasar

Data dari Research & Trading Indonesia (RTI) mengungkapkan bahwa investor asing mengakumulasi saham-saham unggulan senilai hampir setengah triliun rupiah pada hari penurunan indeks tersebut. Total volume perdagangan tercatat 49,3 miliar lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp18 triliun, menandakan likuiditas tetap tinggi meski indeks melemah.

Aktivitas beli bersih tersebut sebagian besar terjadi di pasar reguler, sementara pasar negosiasi mencatat net sell sebesar Rp212,58 miliar. Hal ini memperlihatkan perbedaan sentimen antara investor institusional yang lebih agresif di bursa utama dan pelaku yang lebih konservatif di segmen negosiasi.

Saham-saham yang Menjadi Favorit Asing

Berbagai analis mengidentifikasi tiga saham utama yang menjadi incaran investor asing pada hari tersebut:

  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) – Net buy terbesar dengan aliran masuk Rp112,13 miliar, mencerminkan kepercayaan pada sektor perbankan domestik.
  • PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) – Net buy sebesar Rp93,26 miliar, menunjukkan eksposur investor pada energi dan komoditas.
  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) – Net buy Rp77,38 miliar, menandakan minat pada sektor pertambangan logam.

Ketiga saham tersebut tidak hanya mencatatkan kenaikan harga pada sesi perdagangan, tetapi juga menguat secara relatif dibandingkan indeks, mengindikasikan bahwa dana asing menilai fundamentalnya lebih kuat dibandingkan tekanan pasar secara umum.

Kontras dengan Aksi Jual Besar Kemarin

Menariknya, hari sebelum aksi beli bersih tersebut, investor asing melakukan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp827,42 miliar. Penjualan terbesar terpusat pada sektor perbankan, dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatat net sell Rp404,87 miliar, diikuti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan net sell Rp142,38 miliar.

Meskipun terjadi penjualan besar, sebagian saham perbankan tetap mampu menguat, seperti BMRI yang naik 1,06% pada penutupan. Hal ini menandakan adanya perbedaan strategi antara investor asing yang menyesuaikan portofolio mereka secara dinamis, menukar posisi di saham-saham tertentu untuk menyiapkan alokasi baru ketika harga berada pada level yang dianggap lebih menarik.

Implikasi Bagi Pelaku Pasar Lokal

Pergerakan dana asing ini memberi sinyal penting bagi pelaku pasar domestik. Pertama, aksi net buy di tengah penurunan indeks mengindikasikan bahwa investor asing melihat peluang beli pada harga yang lebih rendah, yang dapat memicu rally lanjutan jika sentimen global tetap positif. Kedua, konsentrasi beli pada sektor perbankan, energi, dan pertambangan menegaskan bahwa sektor-sektor fundamental tetap menjadi fokus utama dalam alokasi portofolio jangka menengah.

Bagi investor ritel, mengamati pergerakan dana asing dapat menjadi acuan untuk menyesuaikan strategi, terutama dalam memilih saham yang memiliki dukungan kuat dari aliran modal institusional. Namun, tetap diperlukan analisis mendalam terkait valuasi dan prospek bisnis masing‑masing perusahaan.

Kesimpulan

Walaupun IHSG mengalami koreksi pada akhir pekan, aksi beli bersih sebesar Rp473 miliar dari investor asing menegaskan adanya keyakinan pada potensi pertumbuhan pasar modal Indonesia. Saham BBNI, ENRG, dan ANTM menjadi tiga saham teratas yang mendapat dukungan kuat, sementara penjualan besar pada sektor perbankan pada hari sebelumnya menunjukkan penyesuaian portofolio yang dinamis. Ke depan, pergerakan dana asing akan terus menjadi indikator penting bagi arah pasar, terutama dalam konteks kebijakan moneter global dan perkembangan ekonomi domestik.

About the Author

Kanya Virtudes Virtudes Avatar