Back to Bali – 25 April 2026 | Pertandingan ketiga babak pertama playoff NBA antara Boston Celtics dan Philadelphia 76ers menyuguhkan drama yang tak terlupakan. Dengan tekanan yang semakin menumpuk pada kedua tim, Jayson Tatum muncul sebagai pahlawan utama Celtics, mengirim tembakan tiga angka yang mematikan pada detik-detik akhir dan menegaskan kembali dominasi Boston dalam seri ini.
Penguasaan Celtics di Kuarter Akhir
Sejak awal pertandingan, Celtics menunjukkan postur yang tenang dan terorganisir. Dengan pertahanan yang ketat dan rotasi pemain yang efisien, mereka berhasil menahan serangan 76ers yang dipimpin oleh Joel Embiid, meskipun sang bintang belum tampil penuh karena masih dalam proses pemulihan cedera. Boston menumpuk keunggulan pada kuarter kedua dan ketiga, menekankan keunggulan rebound dan transisi cepat.
Di kuarter keempat, tekanan semakin terasa. 76ers berusaha menyusul dengan serangkaian serangan cepat yang dipicu oleh Tyrese Maxey dan Tobias Harris. Namun, Celtics menanggapi dengan strategi pertahanan zona yang memaksa lawan melakukan tembakan dari jarak jauh, menghasilkan persentase tembakan tiga angka yang kurang efisien.
Jayson Tatum dan Tembakan “Dagger” yang Menentukan
Momen krusial datang pada menit ke-3 kuarter keempat, ketika skor masih rapat 107-105 untuk Celtics. Tatum menerima umpan balik dari Al Horford di pinggir lapangan, lalu meluncurkan tembakan tiga angka dari sisi kanan. Bola meluncur mulus masuk ke keranjang, menambah jarak Boston menjadi 110-105. Tembakan ini disebut sebagai “dagger three” karena secara efektif mengunci kemenangan Celtics.
Statistik menunjukkan Tatum mencetak 34 poin, termasuk lima tembakan tiga angka dengan persentase 71,4% pada malam itu. Selain itu, dia menambahkan 8 rebound dan 3 assist, menegaskan perannya sebagai motor penggerak tim.
Peran Kunci Pemain Lain
- Al Horford: Mengendalikan papan bawah dengan 12 rebound dan memberikan assist penting, termasuk umpan kepada Tatum untuk tembakan penentu.
- Kemba Walker: Menyumbang 14 poin serta mengatur tempo permainan dengan 5 assist, memastikan alur serangan tetap lancar.
- Jayson Tatum: Selain poin, ia memberikan pertahanan kuat terhadap Maxey, menurunkan efisiensi tembakan lawan.
Di sisi 76ers, Joel Embiid kembali bermain meskipun tidak dalam kondisi prima. Ia mencatat 22 poin dan 9 rebound, namun kesulitan menembus pertahanan Celtics yang menutup ruang geraknya. Maxey, yang menjadi andalan 76ers, berkontribusi 28 poin, namun tembakan tiga angka tim hanya 29,2% secara keseluruhan.
Strategi Celtics Tidak Terpengaruh Kembalinya Embiid
Sementara banyak analis khawatir kembalinya Embiid dapat mengubah dinamika seri, pelatih Celtics Brad Stevens menegaskan bahwa timnya tidak terpengaruh secara signifikan. “Kami menghormati keberadaan Embiid, tapi fokus kami tetap pada eksekusi permainan kami,” ujar Stevens dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Strategi Celtics menitikberatkan pada pertahanan perimeter yang ketat, menutup jalur masuk Maxey dan Harris, serta memanfaatkan kecepatan transisi. Kombinasi pertahanan zona dan press full‑court pada menit-menit akhir menambah tekanan pada 76ers, memaksa mereka melakukan turnover yang berujung pada poin cepat Celtics.
Implikasi untuk Seri Selanjutnya
Kemenangan 110-105 ini memberi Celtics keunggulan 2-1 dalam seri best‑of‑seven. Dengan momentum yang kuat, Boston berharap dapat menutup seri dalam tiga atau empat pertandingan, sementara 76ers harus mencari cara mengatasi pertahanan Celtics dan memaksimalkan kontribusi Embiid ketika kondisi fisiknya pulih sepenuhnya.
Jika Embiid kembali dalam performa penuh, 76ers memiliki peluang untuk mengubah alur seri. Namun, Celtics menunjukkan kesiapan mental yang tinggi, dan kemampuan mengeksekusi tembakan kritis pada saat-saat penting menjadi keunggulan utama mereka.
Para penggemar NBA di seluruh dunia kini menantikan game keempat yang diprediksi akan menjadi pertarungan sengit antara ketahanan fisik 76ers dan keuletan taktis Celtics.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menegaskan peran sentral Jayson Tatum sebagai pemimpin ofensif Celtics, serta menyoroti strategi pertahanan yang disiplin dari tim pelatih Brad Stevens. Kedepannya, kedua tim harus terus beradaptasi, namun Celtics tampak berada pada posisi yang lebih menguntungkan untuk mengamankan kemenangan seri.













