Back to Bali – 26 April 2026 | Tottenham Hotspur kembali menapaki kemenangan pertama di tahun 2026 setelah menaklukkan Wolverhampton Wanderers 1-0 di Molineux pada Sabtu, 25 April 2026. Gol tunggal datang lewat aksi Joao Palhinha pada menit ke-82, mengantar Spurs merayakan kemenangan yang sangat dibutuhkan. Namun, sorotan tak hanya pada hasil ini; Spurs masih terperangkap di zona degradasi klasemen Liga Inggris karena rival terdekat, West Ham United, juga mengamankan tiga poin pada hari yang sama.
Kemenangan di Molineux: Palhinha Jadi Pahlawan
Setelah mengalami deret tanpa kemenangan sejak Desember, Tottenham menuntaskan laga melawan Wolves yang sudah dipastikan turun kasta. Gelandang asal Portugal, Joao Palhinha, menjadi satu-satunya pencetak gol dengan tembakan yang memanfaatkan ruang di kotak penalti pada menit ke-82. Gol tersebut memicu sorakan penonton Spurs yang hadir di stadion, sekaligus menambah tekanan pada pelatih Roberto De Zerbi untuk mengubah nasib tim di sisa empat pertandingan liga.
Persaingan Ketat dengan West Ham United
Meski meraih tiga poin, Tottenham masih berada tepat di bawah West Ham United dalam perburuan poin aman. West Ham mengalahkan Everton 2-1 di London pada menit ke-90+2 melalui gol Callum Wilson, setelah Tomas Soucek membuka keunggulan pada menit ke-51. Dengan hasil ini, West Ham memelihara jarak dua angka dari Spurs, menempati posisi ke-17 dengan 36 poin, sementara Tottenham berada di posisi ke-18 dengan 34 poin. Kedua tim kini bersaing ketat untuk menghindari satu tempat terakhir di zona degradasi.
| Posisi | Tim | Poin |
|---|---|---|
| 17 | West Ham United | 36 |
| 18 | Tottenham Hotspur | 34 |
Dengan empat pertandingan tersisa, setiap poin menjadi krusial. Spurs harus mengumpulkan setidaknya tiga poin dalam sisa laga melawan Aston Villa, Leeds United, Chelsea, dan Everton untuk memperkecil celah dengan West Ham.
Cedera dan Kritik Terhadap De Zerbi
Di samping tekanan poin, De Zerbi harus menghadapi masalah cedera pemain kunci. Dejan Kulusevski, sayap serang andalan, absen karena cedera lutut yang belum sepenuhnya terdiagnosa, menjadi “miss terbesar” musim ini menurut mantan striker Peter Crouch. Selain Kulusevski, Xavi Simons juga mengalami cedera lutut yang menurunkan opsi kreatif di lini tengah.
Crouch menilai bahwa skuad Spurs secara keseluruhan kurang kualitas untuk bersaing di zona aman. Ia menyarankan bahwa seluruh pemain mungkin akan dijual pada bursa transfer musim panas, menandakan kebutuhan akan “rebuild” total, terlepas dari apakah Spurs berhasil bertahan atau turun kasta.
Rencana Transfer dan Strategi De Zerbi
Roberto De Zerbi mengakui pentingnya memanfaatkan semua sumber informasi—dari video analisis hingga platform scouting seperti WyScout dan YouTube—untuk menemukan solusi cepat. Ia menyebutkan contoh Kolo Muani, yang menurutnya dapat beroperasi efektif sebagai winger kanan meski belum pernah menjadi andalan di Premier League. De Zerbi juga menegaskan bahwa motivasi pemain menjadi faktor penentu; kemenangan dapat meningkatkan energi, kepercayaan diri, dan positivitas tim.
Dengan hanya empat pertandingan tersisa, De Zerbi bertekad mengoptimalkan taktik defensif dan memaksimalkan peluang serangan balik. Ia menekankan bahwa tidak ada satu pun kata yang dapat menyelesaikan masalah, melainkan kombinasi antara pendekatan teknis, motivasi mental, dan adaptasi taktik.
Jika Tottenham berhasil mengamankan setidaknya tiga poin tambahan, mereka berpeluang menutup celah dengan West Ham dan mengamankan posisi aman sebelum akhir musim. Namun, kegagalan akan menambah beban pada pasar transfer, memaksa klub untuk menjual aset berharga dan mengakuisisi pemain baru untuk memulai fase rebuild di divisi berikutnya.
Dalam suasana menegangkan, para suporter Tottenham menantikan hasil akhir musim ini dengan harapan bahwa kemenangan tipis melawan Wolves bukan hanya sekadar jeda, melainkan titik balik yang dapat mengusir Spurs dari zona merah secara permanen.













